Banjir 2025 Hancurkan Rumah Warga, Desa Seuneubok Saboh Justru Tak Dapat JADUP

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 16:27 WIB

40151 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM – Warga Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur mengaku belum menerima bantuan Jaminan Hidup (JADUP) meski desa tersebut termasuk wilayah yang mengalami dampak banjir paling parah pada akhir tahun 2025.

Ironisnya, sejumlah desa lain di kecamatan yang sama disebut telah menerima bantuan tersebut, meskipun tingkat kerusakan tidak separah yang dialami warga Seuneubok Saboh. Kondisi ini disampaikan warga pada Selasa (7/4/2026).

Kepala Desa (Geuchik) Seuneubok Saboh Mukhtar menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah mengirimkan seluruh data korban banjir kepada pemerintah kecamatan, termasuk daftar rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan.

Menurut Mukhtar, dua bulan setelah bencana banjir terjadi, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mengeluarkan data By Name By Address (BNBA) yang menetapkan Desa Seuneubok Saboh sebagai penerima bantuan hunian sementara (Huntara) sebanyak 49 unit.

“Huntara tersebut dibangun di lokasi rumah warga yang terdampak banjir, dengan syarat warga membuat surat pernyataan sebagai penerima bantuan hingga nantinya mendapatkan hunian tetap,” kata Mukhtar.

Selain itu, pemerintah juga sempat mendata rumah warga yang mengalami kerusakan kategori sedang dan ringan.

Dalam data tersebut, dijanjikan bantuan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan. Namun hingga kini, bantuan tersebut disebut belum terealisasi.

“Sampai sekarang yang sudah ada hanya bantuan Huntara. Sedangkan bantuan untuk rumah rusak sedang dan ringan belum kami terima, meskipun warga sudah membuat surat pernyataan sesuai prosedur,” ujarnya.

Mukhtar menegaskan bahwa pihak pemerintah desa telah melaksanakan seluruh pendataan sesuai arahan pemerintah kecamatan.

“Kami sudah menjalankan tugas sesuai instruksi yang diberikan kepada pemerintah desa,” katanya.

Setelah Hari Raya Idul Fitri, pemerintah mulai menyalurkan bantuan JADUP kepada korban banjir dengan nilai Rp15 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan.

Namun, warga Desa Seuneubok Saboh mengaku terkejut karena desa mereka tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan tersebut.

“Yang membuat kami kecewa, desa kami yang paling parah terdampak banjir justru tidak masuk dalam data penerima JADUP,” kata Mukhtar.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditelusuri oleh pemerintah daerah agar tidak menimbulkan ketidakadilan bagi warga terdampak bencana.

Sejumlah warga juga berharap pemerintah dapat segera melakukan pengecekan ulang terhadap data penerima bantuan.

Menurut mereka, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan ekonomi keluarga setelah bencana banjir.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa mengevaluasi kembali data penerima bantuan, sehingga warga yang benar-benar terdampak dapat memperoleh haknya,” ujar salah seorang warga.

Hingga kini, masyarakat Desa Seuneubok Saboh masih menunggu kejelasan terkait tidak masuknya desa mereka dalam daftar penerima bantuan JADUP. (Hasbi/red)

Berita Terkait

Hadiri HUT ke-46 Dekranas, Kahiyang Ayu Dorong Kriya dan Wastra Sumut Tembus Pasar Global
Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Curas, Curat, dan Curanmor
Tinjau Tol Prosiwangi, Wapres Gibran Dorong Percepatan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur
Temasek Singapura Jajaki Investasi di TSTH2 Humbahas, Wagub Sumut Dorong Pengembangan Pusat Bioekonomi Tropis
Bupati Simalungun Tinjau Pematang Silimahuta, Serap Aspirasi dan Beri Solusi Langsung untuk Warga
Bupati Asahan Hadiri Pisah Sambut Danlanal Tanjung Balai Asahan, Tegaskan Pentingnya Sinergi Forkopimda
Pemko Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Rapat Sinode Kerja ke-48 Gereja Pentakosta, Dorong Sinergi Bangun Daerah
Universitas Asahan dan Pemkab Asahan Teken MoU, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:18 WIB

Hadiri HUT ke-46 Dekranas, Kahiyang Ayu Dorong Kriya dan Wastra Sumut Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:17 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Curas, Curat, dan Curanmor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:14 WIB

Tinjau Tol Prosiwangi, Wapres Gibran Dorong Percepatan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:25 WIB

Bupati Simalungun Tinjau Pematang Silimahuta, Serap Aspirasi dan Beri Solusi Langsung untuk Warga

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:20 WIB

Bupati Asahan Hadiri Pisah Sambut Danlanal Tanjung Balai Asahan, Tegaskan Pentingnya Sinergi Forkopimda

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:59 WIB

Pemko Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Rapat Sinode Kerja ke-48 Gereja Pentakosta, Dorong Sinergi Bangun Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:40 WIB

Universitas Asahan dan Pemkab Asahan Teken MoU, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bobby Nasution Apresiasi SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Sekolah Negeri Pertama di Indonesia Raih Otorisasi IB

Berita Terbaru

Kapolda Sumut menerima audiensi MPKW Sumut–Aceh.

REGIONAL

Kapolda Sumut Dukung Rakernas V MPK Indonesia di Tarutung

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:33 WIB