ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pemerintah Kota (Pemko) Medan merespons kasus dugaan pembegalan yang menimpa seorang warga dengan mengutus perwakilan untuk menjenguk korban sekaligus memperkuat langkah pencegahan di tingkat lingkungan. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah korban mengalami luka dan kehilangan barang berharga, Kamis, 16 April 2026.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menugaskan Camat Medan Marelan, Zulkifli Pulungan, untuk menjenguk korban bernama Juliana yang tengah dirawat di RSU Wulan Windy.
Menurut keterangan yang dihimpun, peristiwa terjadi di Jalan Ileng pada Rabu, 15 April 2026 siang. Pelaku diduga menargetkan korban karena mengira baru keluar dari kantor pegadaian. Namun, korban disebut baru selesai mengantar anaknya ke sekolah.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan tas dan mengalami luka akibat senjata tajam. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan medis.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli menyerahkan bantuan sebagai bentuk empati pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan pesan dari wali kota kepada korban.
“Kami datang mewakili Bapak Wali Kota untuk memberikan semangat. Semoga Ibu segera pulih,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, pihak kecamatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk kepolisian dan TNI, terus meningkatkan koordinasi untuk menekan tindak kriminal di wilayah Medan Marelan.
“Kami berupaya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan melalui penguatan koordinasi lintas sektor,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kecamatan mulai mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di tiap lingkungan. Kebijakan ini disebut merupakan instruksi langsung dari wali kota dan wakil wali kota.
“Pengaktifan ronda malam diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga dan menekan potensi kejahatan, termasuk begal dan tawuran,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, korban menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Ia mengaku kunjungan tersebut membantu memulihkan semangatnya di tengah proses pemulihan.
“Saya berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Ini sangat membantu saya,” ujar Juliana.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. (Mery/red)































