ATAPKOTA.COM, MEDAN — Aparat kepolisian meningkatkan intensitas pengamanan di wilayah rawan Kota Medan. Pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 25–26 April 2026, personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menggelar patroli skala besar dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi yang dimulai pukul 22.00 WIB. Komandan peleton (Danton) II Kompi 3 Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Agus Gunawan, memimpin langsung patroli tersebut. Polisi menyasar jam-jam rawan sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Petugas bergerak secara mobile menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan relatif tinggi di kawasan Medan Belawan. Rute patroli meliputi Jalan Utama Medan Belawan, Kampung Kolam, Jalan Bandeng Pajak Baru, Jalan Selebes, pintu keluar Tol Labuhan Belawan, hingga Jalan Yong Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli. Patroli kemudian berlanjut ke Jalan Yos Sudarso Simpang Tanjung Mulia sebelum ditutup dengan apel konsolidasi sekitar pukul 02.50 WIB.
Selain patroli keliling, personel juga memeriksa pos keamanan lingkungan (poskamling). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan berbasis lingkungan.
Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pelabuhan Belawan, Komisaris Polisi (Kompol) Jan Piter Napitupulu. Kepolisian juga mengerahkan kendaraan operasional serta perlengkapan pendukung guna memastikan patroli berjalan efektif.
Polisi menyatakan, selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol sepanjang patroli.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ferry Walintukan, menjelaskan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian.
Ia menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan relatif tinggi. Selain itu, aparat juga berupaya memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.
Ferry turut mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, partisipasi warga menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Ia menambahkan, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Usai patroli, personel tetap disiagakan untuk memantau perkembangan situasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (AK1/red)
































