ATAPKOTA.COM, MEDAN – Upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini terus didorong melalui pendekatan yang lebih menyenangkan. Salah satunya melalui kegiatan mendongeng yang dinilai efektif dalam proses pembelajaran anak.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan, Airin Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kegiatan peringatan Hari Dongeng Sedunia yang digelar di Taman Ahmad Yani, Kota Medan, Selasa (28 April 2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan melibatkan anak-anak dari berbagai lembaga pendidikan usia dini. Sejumlah penampilan seni turut ditampilkan, seperti drama “Terima Kasih Guruku” oleh TK Negeri Pembina I serta tarian daerah dari TK Azzuhra.
Airin juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kuis sederhana yang berkaitan dengan dongeng. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukatif yang mendorong partisipasi aktif anak tanpa tekanan.
Dalam sambutannya, Airin menjelaskan bahwa mendongeng merupakan metode pembelajaran yang mampu menggabungkan unsur hiburan dan edukasi, sehingga lebih mudah diterima oleh anak-anak.
“Melalui cerita, anak-anak dapat mengenal huruf, memahami kata, menyusun kalimat, sekaligus belajar konsep berhitung secara sederhana,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses mendengarkan cerita juga melatih daya ingat, memperkaya kosakata, serta membantu anak memahami alur berpikir secara runtut.
Menurutnya, pembelajaran tidak selalu harus dilakukan melalui metode formal, tetapi dapat dikemas secara kreatif agar lebih menarik bagi anak.
“Pendekatan yang menyenangkan akan membantu anak lebih mudah memahami materi, sekaligus membangun minat belajar sejak dini,” katanya.
Airin juga mengajak orang tua dan pendidik untuk membiasakan kegiatan mendongeng, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran TP PKK Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan.
Peringatan Hari Dongeng Sedunia yang diperingati setiap 20 Maret ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Mery/red)


































