ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menyatakan komitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) guna menghasilkan data ekonomi yang akurat dan komprehensif, disampaikan dalam kegiatan sosialisasi di Aula Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Jalan Asrama Nomor 179, Medan, Senin (27/4/2026).
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap, yang diwakili Kepala Bidang Statistik Sektoral Ika Hardina Lubis, usai menghadiri sosialisasi SE2026 sekaligus peluncuran Dashboard Analisis dan Laporan Indikator Pencapaian (Dalian).
Ika menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian, khususnya di Sumatera Utara. Data yang dihimpun akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terarah.
“Kominfo Sumut akan mendukung melalui penyebarluasan informasi serta penguatan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan sensus berjalan optimal,” ujar Ika.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan data yang valid. Partisipasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan hasil sensus mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Kolaborasi antarpihak menjadi kunci agar Sensus Ekonomi 2026 mampu memberikan kontribusi nyata bagi perencanaan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Sumut Asim Saputra menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan informasi terkait struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta perkembangan ekonomi digital. Ia menyebut, sensus ini menjadi bagian dari penguatan peran BPS sebagai pengelola data nasional.
Menurutnya, BPS saat ini tengah mengembangkan dua basis data utama, yakni data tunggal ekonomi nasional dan statistik bisnis register, yang menjadi fondasi pelaksanaan SE2026.
“Data tersebut akan terus diperbarui dalam tahapan sensus untuk memastikan akurasi dan keterpaduan informasi,” jelasnya.
Asim mengakui, pelaksanaan sensus tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun, pengalaman sebelumnya seperti Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022–2023, Sensus Pertanian 2023, serta pendataan UMKM menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan SE2026.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi, metode pendataan, serta pengembangan metodologi yang lebih maju diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan sensus.
Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPS kabupaten/kota dan instansi terkait, didorong berperan aktif dalam menyosialisasikan program tersebut. BPS juga mengapresiasi dukungan Kominfo Sumut yang menyediakan fasilitas publikasi melalui 12 titik videotron.
Lebih lanjut, BPS mendorong partisipasi pelaku usaha, baik skala besar maupun menengah, agar secara mandiri mengisi data sensus. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat proses pengumpulan data sekaligus meningkatkan akurasi.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Dalam tahap awal, pemerintah pusat direncanakan meluncurkan aplikasi “Ngisi Bareng” (Ngibar) pada 1 Mei 2026 sebagai sarana bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi secara digital.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri kepala BPS kabupaten/kota serta jajaran BPS Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. (AP/red)


































