ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp 25 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah, Provinsi Aceh, untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir yang melanda daerah tersebut pada November 2025.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi agenda utama saat Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi, menerima kunjungan Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abu Bakar beserta rombongan di rumah dinas wali kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ tentang Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 bagi daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah yang tidak terdampak langsung diberikan ruang untuk memanfaatkan tambahan TKD, salah satunya melalui pemberian bantuan keuangan kepada daerah yang mengalami bencana.
“Pemerintah Kota Pematangsiantar telah mengalokasikan bantuan keuangan kepada Kabupaten Bener Meriah sebesar Rp 25 miliar. Bantuan ini diberikan sesuai amanat peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah Kota Pematangsiantar,” ujar Wesly.
Menurut Wesly, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mempercepat pemulihan berbagai fasilitas umum yang rusak akibat banjir.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abu Bakar mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut mengungkapkan banjir yang melanda daerahnya pada November 2025 menyebabkan kerusakan cukup parah, mulai dari infrastruktur hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
“Ratusan jembatan hanyut, sejumlah ruas jalan rusak, jaringan komunikasi dan listrik sempat terputus, bahkan ada warga yang meninggal dunia akibat bencana tersebut,” ungkap Tagore.
Ia mengakui masyarakat Bener Meriah masih menyimpan trauma ketika hujan dengan intensitas tinggi turun di wilayahnya.
“Namun, kami merasa terhibur melihat kondisi Kota Pematangsiantar yang aman dan kondusif. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar atas bantuan ini,” katanya.
Tagore menjelaskan dana bantuan akan dimanfaatkan untuk membangun kembali jembatan, memperbaiki jalan, menyediakan sarana air bersih, serta mendukung kebutuhan infrastruktur lainnya yang rusak akibat bencana.
Ia juga menegaskan akan mengawal penggunaan bantuan tersebut agar tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam pemanfaatannya. Bantuan ini akan kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Pematangsiantar,” ucapnya.
Usai sambutan, kedua kepala daerah menyaksikan penandatanganan dokumen administrasi Bantuan Keuangan Khusus yang dilanjutkan dengan penyerahan dokumen serta pertukaran cenderamata.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyerahkan satu unit mesin kopi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP., M.Si., para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta keluarga Wali Kota Pematangsiantar.(AP/red)



































