Proyek Drainase 399 Juta di Pematangsiantar Disorot Warga, Campuran Material dan Fungsi Saluran Dipertanyakan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:50 WIB

4096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Drainase Rp399 Juta di Pematangsiantar Disorot Warga, Campuran Material dan Fungsi Saluran Dipertanyakan.

Proyek Drainase Rp399 Juta di Pematangsiantar Disorot Warga, Campuran Material dan Fungsi Saluran Dipertanyakan.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Proyek rehabilitasi drainase di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, yang memiliki nilai kontrak Rp399.582.000, menjadi sorotan warga. Saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, ruas jalan masih dilaporkan tergenang sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pekerjaan yang sedang berlangsung.

Pantauan di lokasi pada Jumat (12/6/2026) menunjukkan proyek masih dalam tahap pelaksanaan. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan Rehabilitasi Drainase Jalan Viyata Yudha dibiayai melalui APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026.

Kontrak pekerjaan bernomor 008/900.1.15/3128/KONTRAK/IV-2026 ditandatangani pada 21 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Surya Empat Delapan dengan direktur tercantum atas nama Irwansyah.

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengaku masih mempertanyakan kualitas pekerjaan, terutama terkait kondisi saluran drainase serta campuran material yang digunakan.

Salah seorang warga, M. Sihotang, menilai secara kasat mata campuran mortar yang digunakan terlihat kurang padat. Ia juga menyoroti bentuk saluran yang menurutnya belum rata sehingga dikhawatirkan tidak mampu mengalirkan air secara optimal saat hujan.

“Kalau dilihat dari campurannya, saya menduga kadar semen yang digunakan sedikit dibanding pasir. Bentuk salurannya juga terlihat bergelombang. Kekhawatiran kami, saat hujan deras air tetap meluap seperti sebelumnya,” ujar M. Sihotang.

Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi warga dan belum didukung hasil pengujian teknis terhadap mutu material.

Keterangan yang diperoleh dari pekerja di lapangan menunjukkan adanya perbedaan informasi mengenai komposisi campuran material.

Seorang pekerja bernama Eko menyebut campuran yang digunakan sekitar satu sak semen 40 kilogram untuk tiga beko pasir.

Sementara pekerja lain, Adi, mengatakan proses pengadukan menggunakan setengah sak semen 40 kilogram dengan sekitar 25 sekop pasir dan batu kerikil.

Perbedaan penjelasan tersebut belum dapat diverifikasi kepada penanggung jawab teknis maupun konsultan pengawas proyek.

Menanggapi sorotan warga terkait material bongkaran yang masih berada di sekitar lokasi, pengawas lapangan yang memperkenalkan diri sebagai Budi mengatakan pekerjaan masih berlangsung sehingga proses pembersihan belum dilakukan.

“Pekerjaan ini masih berjalan, jadi belum selesai seluruhnya. Nanti akan dirapikan pada tahap akhir,” katanya.

Terkait bagian saluran yang belum diplester, Budi menjelaskan pekerjaan tersebut akan diselesaikan pada tahap finishing.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun perbedaan informasi mengenai campuran material yang digunakan dalam proyek tersebut.

ATAPKOTA.COM masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta Kepala Dinas PUTR Kota Pematangsiantar guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

Warga berharap proyek rehabilitasi drainase tersebut mampu mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Viyata Yudha. Menurut warga, kawasan tersebut pernah mengalami sejumlah peristiwa kecelakaan saat banjir sehingga kualitas pembangunan saluran air menjadi perhatian masyarakat.

 

Kontributor : Valtin Silitonga-atapkota.

Berita Terkait

Dr. H. Asfifuddin Terpilih Aklamasi Pimpin KUPI 2026–2030, Siap Wujudkan Program Nyata untuk Masyarakat
Trail of The Kings UTMB 2026 Sukses Digelar, Sumut Tegaskan Danau Toba sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia
Trail of The Kings UTMB 2026 Berakhir, Bupati Samosir Serahkan Hadiah kepada Para Juara dari 34 Negara
Pelari dari 34 Negara Terpukau Keindahan Danau Toba di Trail of The Kings UTMB 2026
Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut 2026, Siap Sambut Ribuan Peserta
Jelang Lomba PKK Sumut, Liswati Wesly Silalahi Tinjau Dua Kelurahan di Siantar Marimbun
Bupati Samosir Lepas Kategori 10K, 5K, dan Kids, Trail of The Kings UTMB 2026 Resmi Lengkap Digelar
Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Buktikan Layak Jadi Tuan Rumah Internasional

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:20 WIB

Dr. H. Asfifuddin Terpilih Aklamasi Pimpin KUPI 2026–2030, Siap Wujudkan Program Nyata untuk Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:09 WIB

Trail of The Kings UTMB 2026 Sukses Digelar, Sumut Tegaskan Danau Toba sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:35 WIB

Trail of The Kings UTMB 2026 Berakhir, Bupati Samosir Serahkan Hadiah kepada Para Juara dari 34 Negara

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:40 WIB

Pelari dari 34 Negara Terpukau Keindahan Danau Toba di Trail of The Kings UTMB 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:30 WIB

Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut 2026, Siap Sambut Ribuan Peserta

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:50 WIB

Bupati Samosir Lepas Kategori 10K, 5K, dan Kids, Trail of The Kings UTMB 2026 Resmi Lengkap Digelar

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:20 WIB

Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Buktikan Layak Jadi Tuan Rumah Internasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:40 WIB

Peringatan Waisak 2570 BE di Medan, Rico Waas Ajak Warga Rawat Harmoni dan Kedamaian

Berita Terbaru