ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi mencanangkan sekaligus melepas 654 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 dalam kegiatan yang digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (15/6/2026). Pelepasan tersebut menandai dimulainya pendataan ekonomi yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Acara dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, perwakilan Kejaksaan Negeri Asahan, Kodim 0208/Asahan, Polres Asahan, Lanal Tanjung Balai Asahan (TBA), organisasi perangkat daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Asahan, Kepala BPS Kabupaten Asahan Rahmat Gustiar, S.Si., M.Si., beserta jajaran dan tamu undangan lainnya.
Kepala BPS Kabupaten Asahan, Rahmat Gustiar, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar dan informasi statistik ekonomi yang lengkap, akurat, serta mutakhir. Data tersebut akan digunakan untuk memetakan potensi dan struktur usaha di seluruh wilayah Kabupaten Asahan sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Menurut Rahmat, pelaksanaan sensus juga diharapkan mampu mendukung terciptanya ekosistem ekonomi yang kuat, inklusif, dan berdaya saing.
Untuk mendukung pelaksanaan pendataan, BPS Kabupaten Asahan telah menyiapkan 654 petugas yang mengikuti pelatihan intensif pada 1–13 Juni 2026.
“Petugas yang diterjunkan terdiri atas 567 Petugas Pencacah Lapangan (PPL), 83 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) untuk pendataan umum, serta empat petugas khusus usaha besar yang terdiri dari tiga PPL dan satu PML. Seluruh petugas diharapkan bekerja secara profesional, berintegritas, serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan target menjangkau sebanyak 321.757 unit yang meliputi rumah tangga dan unit usaha di seluruh Kabupaten Asahan.
Rahmat juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa data hasil Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah.
“Data yang akurat akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan sekaligus membantu pemerintah merumuskan langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran melalui optimalisasi potensi dunia usaha di Kabupaten Asahan,” katanya.
Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab selama proses pendataan berlangsung.
Selain itu, Taufik meminta seluruh camat berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala dusun agar mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah masing-masing.
“Saya berharap seluruh aparatur pemerintahan hingga tingkat desa memberikan dukungan penuh sehingga proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Asahan secara simbolis menyematkan perlengkapan kepada perwakilan petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai tanda dimulainya pendataan di lapangan.
Acara juga diisi dengan penandatanganan piagam komitmen bersama oleh unsur Forkopimda, Kepala BPS Kabupaten Asahan, OPD terkait, dan para tamu kehormatan sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, petugas BPS turut melakukan pendataan Sensus Ekonomi secara simbolis kepada Bupati dan Wakil Bupati Asahan.
Kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama tersebut berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam suasana aman, tertib, dan lancar. (AP/red)




































