ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pematangsiantar selama beberapa jam pada Kamis (30/7/2026) malam memicu bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan sementara, longsor terjadi di dua titik di Jalan Pesantren, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pemerintah Kecamatan Siantar Martoba bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga terdampak. Korban yang mengalami luka-luka langsung dirujuk ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematangsiantar, Dedy Idris Harahap, S.T.P., M.Si., melalui keterangan tertulis menjelaskan, berdasarkan laporan awal yang diterima BPBD, longsor mengakibatkan dua unit rumah kontrakan roboh.
Akibat peristiwa tersebut, dua kepala keluarga (KK) terdampak dan delapan orang mengalami luka-luka. Selain itu, satu unit kamar santri di Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat material longsor.
Petugas BPBD bersama aparatur Pemerintah Kecamatan Siantar Martoba telah melakukan pendataan serta mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian guna menghindari risiko bencana susulan.
“Korban yang mengalami luka-luka telah dirujuk ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara warga yang tidak mengalami luka telah dievakuasi dan ditempatkan sementara di lokasi yang dinilai lebih aman,” ujar Dedy.
BPBD menyatakan, penanganan lanjutan akan difokuskan pada penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, termasuk bantuan pangan dan kebutuhan sehari-hari, serta koordinasi untuk perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat longsor.
Seiring masih berpotensinya cuaca ekstrem, BPBD Kota Pematangsiantar mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, segera melaporkan apabila terjadi bencana, serta menyiapkan perlengkapan dan obat-obatan dasar untuk kebutuhan darurat.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik, namun selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi,” kata Dedy.(AP/red)

































