ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Kabupaten Samosir berharap pergantian kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk saat menghadiri pengukuhan Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara yang baru, menggantikan Khoirul Muttaqien, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Jumat (31/7/2026).
Ariston menghadiri kegiatan tersebut didampingi Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel Sitanggang.
Prosesi pengukuhan turut disaksikan Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hernawan Bekti Sasongko, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, serta sejumlah pejabat dari instansi terkait.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, Ariston menyampaikan ucapan selamat kepada Triyoga Laksito atas amanah barunya sebagai Kepala OJK Sumatera Utara. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin antara OJK dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Triyoga Laksito atas pengukuhannya sebagai Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara. Kami berharap kolaborasi antara OJK dan pemerintah daerah semakin erat, terutama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, mendukung UMKM, serta memperluas akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif,” ujar Ariston.
Menurut Ariston, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan jasa keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kabupaten Samosir yang memiliki potensi di sektor pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memerlukan dukungan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif.
“Kami berharap OJK terus mendampingi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta OJK Sumatera Utara untuk terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah, termasuk melalui penguatan industri halal dan sektor keuangan syariah.
Menurut Bobby, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga diperlukan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap OJK Sumatera Utara semakin responsif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat di daerah. OJK memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sektor jasa keuangan sehingga perlu melihat kondisi setiap daerah secara menyeluruh,” katanya.
Selain itu, Bobby juga menekankan pentingnya dukungan OJK terhadap percepatan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
“Kita harus melihat dampak bencana secara menyeluruh. Bukan hanya kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana memulihkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan kembali taraf hidup mereka,” ujar Bobby.
Ia berharap kebijakan yang dirumuskan OJK dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hernawan Bekti Sasongko mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pelaksanaan tugas OJK di daerah.
Menurutnya, sinergi yang telah terjalin antara OJK dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar sektor jasa keuangan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“OJK harus hadir memberikan manfaat kepada masyarakat melalui penguatan pengembangan ekonomi di daerah,” ujar Hernawan.(AP/red)

































