Bobby Nasution Dorong Olahraga Sumut Bertransformasi Menjadi Industri Berdaya Saing

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:07 WIB

4014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memimpin rapat bersama Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, membahas rencana strategis pengelolaan dan pengembangan olahraga menjadi industri, di Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (11/8/2026).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memimpin rapat bersama Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, membahas rencana strategis pengelolaan dan pengembangan olahraga menjadi industri, di Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (11/8/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong transformasi sektor olahraga di Sumatera Utara menjadi industri yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing. Ia menilai langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem olahraga sekaligus mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Bobby menyampaikan gagasan itu dalam rapat bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut membahas rancangan strategis pengelolaan fasilitas dan pengembangan sektor olahraga agar memiliki model pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Bobby, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga harus diikuti dengan pengelolaan fasilitas dan kegiatan yang mampu memberikan manfaat ekonomi. Ia menyebut Sumut telah memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang memadai, termasuk sarana yang dibangun atau dikembangkan dalam rangka penyelenggaraan PON 2024.

“Banyak orang yang mau melihat (menonton), dan banyak juga yang mau bermain, terutama seluruh atlet. Tetapi bagaimana agar banyak juga yang berkontribusi memajukan olahraga. Caranya adalah, bagaimana bidang ini bisa menghasilkan pemasukan. Tentu dengan bertransformasi ke industri. Dan ini harus kita mulai dari diri sendiri, pemerintah provinsi,” ujar Bobby.

Sejumlah fasilitas olahraga kini tersedia di kawasan Pusat Olahraga Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, antara lain Stadion Utama dan Stadion Madya. Selain itu, Pemprov Sumut juga memiliki sejumlah fasilitas olahraga di kawasan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut di Jalan William Iskandar, Medan.

Namun, keberadaan fasilitas tersebut menurut Bobby harus diikuti pola pengelolaan yang terencana. Pemeliharaan dan pemanfaatan aset menjadi bagian penting agar fasilitas tidak hanya digunakan untuk kegiatan tertentu, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Bobby menginginkan pemerintah menyiapkan grand design yang mengatur pengembangan olahraga dalam jangka panjang. Rancangan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pertandingan atau turnamen, tetapi juga mendorong kegiatan olahraga masyarakat secara rutin.

“Tentu ini merupakan satu langkah yang bagus, di mana setiap kegiatan yang berlangsung mendatangkan keuntungan dan pemasukan bagi daerah. Tetapi ada hal yang lebih besar, bagaimana kita menjadikan olahraga ini ke depannya bisa disenangi, bisa dinikmati, selain bisa menghasilkan,” kata Bobby.

Ia juga menekankan bahwa aspek ekonomi tidak boleh berjalan sendiri. Pengelolaan olahraga harus tetap diarahkan untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperluas partisipasi masyarakat.

Menurut Bobby, jumlah penduduk Sumut yang besar menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan basis olahraga. Potensi tersebut, katanya, perlu diterjemahkan menjadi peningkatan prestasi atlet di tingkat nasional maupun internasional.

“Sehingga antara target pengelolaan untuk mendapatkan pemasukan, peningkatan kualitas atlet hingga menjadikan olahraga diminati masyarakat, harus berjalan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, Mahfullah P. Daulay, menjelaskan salah satu skema yang disiapkan pemerintah adalah mengelola kawasan pusat olahraga melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dengan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurut Mahfullah, pola BLUD diharapkan dapat memberikan ruang pengelolaan yang lebih fleksibel, termasuk dalam pemeliharaan aset, peningkatan pelayanan, dan optimalisasi pemanfaatan fasilitas olahraga.

“Jadi dengan pengelolaan oleh BLUD nantinya, kelebihannya seperti peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi aset, dan bisa mengelola pendapatan secara mandiri. Termasuk mendorong adanya inovasi layanan, seperti digitalisasi dan model bisnis yang tetap berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Mahfullah.

Ia menambahkan, pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan kawasan olahraga nantinya dapat mendukung program kepemudaan dan keolahragaan, termasuk pembinaan atlet serta pengembangan komunitas olahraga.

Dengan skema tersebut, Pemprov Sumut menargetkan pengelolaan fasilitas olahraga tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga.

Rencana transformasi tersebut masih membutuhkan perencanaan dan koordinasi lintas pihak agar aspek bisnis, pelayanan publik, pemeliharaan aset, pembinaan atlet, serta akses masyarakat dapat berjalan secara seimbang.(AP/red)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Elbridge Colby di Istana Merdeka, Indonesia-AS Bahas Penguatan Kemitraan
Bupati Asahan Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Batam
Bupati Asahan Ikuti Rakor Forkopimda Regional Sumatera 2026 di Batam
TKD Sumut Sekitar Rp 1,1 Triliun, Bobby Nasution Pertanyakan Acuan Anggaran 2027
Kisah Dua Bersaudara di Dolok Batu Nanggar, Pemkab Simalungun Turun Tangan Berikan Pendampingan
Ketua TP PKK Asahan Hadiri Bhakti Sosial Keagamaan, Kunjungi Panti Asuhan dan Panti Jompo
Dugaan Nikah Siri hingga KDRT, DKPP Sidangkan Ketua Bawaslu Labuhanbatu
Wabup Asahan Buka Rapat Reforma Agraria, Dorong Penataan Tanah yang Berkeadilan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Presiden Prabowo Terima Elbridge Colby di Istana Merdeka, Indonesia-AS Bahas Penguatan Kemitraan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Bupati Asahan Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Batam

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Bupati Asahan Ikuti Rakor Forkopimda Regional Sumatera 2026 di Batam

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:45 WIB

TKD Sumut Sekitar Rp 1,1 Triliun, Bobby Nasution Pertanyakan Acuan Anggaran 2027

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Kisah Dua Bersaudara di Dolok Batu Nanggar, Pemkab Simalungun Turun Tangan Berikan Pendampingan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Dugaan Nikah Siri hingga KDRT, DKPP Sidangkan Ketua Bawaslu Labuhanbatu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Wabup Asahan Buka Rapat Reforma Agraria, Dorong Penataan Tanah yang Berkeadilan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Dinas Kominfo Medan Optimalkan Media Sosial untuk Publikasi Pembangunan dan Aduan Warga

Berita Terbaru