ATAPKOTA.COM, DELI SERDANG – Atlet tolak peluru asal Singapura, Loh Ding Rong Anson, memberikan apresiasi terhadap Stadion Madya Atletik Sumatera Utara (Sumut). Ia menilai stadion yang berada di kawasan Sport Centre Sumut, Deliserdang, tersebut menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan kondisi yang ideal untuk performa atlet. Menurutnya, seluruh fasilitas yang tersedia mendukung latihan maupun kompetisi secara optimal.
Loh menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Stadion Madya Atletik Sumut terletak pada area yang luas dan terbuka. Karena itu, sirkulasi udara berjalan lebih baik sehingga suhu tidak terlalu panas bagi atlet. Ia menilai kondisi cuaca yang sejuk dan berangin sangat membantu performanya, terutama saat bertanding dalam nomor tolak peluru.
“Saya rasa bagus, banyak area terbuka jadi lebih berangin, jadi tidak terlalu panas. Sebab kalau panas, bagi saya sebagai atlet tolak peluru, itu bisa menjadi masalah besar. Saya juga suka atmosfernya, suporternya bersahabat dan tidak terlalu ramai di sini,” kata Loh di Stadion Madya Atletik Sumut, Senin (17/11/2025).
Selain nyaman, stadion tersebut juga memberikan kesan mendalam bagi Loh karena ia berhasil memecahkan rekor nasional Singapura kelompok U18. Ia mencatat tolakan sejauh 19,09 meter dan melampaui rekor sebelumnya atas nama Wong Kai Yuen yang mencapai 18,63 meter. Ia menilai capaian itu menjadi momen emosional yang mengingatkannya pada pelatih lamanya, yang telah wafat sebelum pertandingan berlangsung.
“Saya merasa sangat senang, semua kerja kerasku terbayarkan. Ini momen spesial bagi saya, apalagi pelatih saya sebelumnya meninggal dunia. Dia sudah lama mengasuhku, dan aku memimpikan dia menyaksikanku melakukan hal luar biasa ini,” ungkapnya.
Pujian serupa datang dari Manajer Tim Indonesia, Agung Mulyawan. Ia menyatakan bahwa fasilitas ini sangat penting bagi pembinaan atlet muda. Ia berharap perawatan stadion terus dilakukan secara konsisten karena fasilitas yang baik mendorong regenerasi atlet. (AK1)

































