ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima jajaran pendiri organisasi lingkungan Sungai Watch di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi penanganan sampah sungai serta pengurangan pencemaran plastik melalui keterlibatan pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Audiensi itu dihadiri Co-founder Sungai Watch Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib. Pembahasan turut menyoroti upaya memperluas gerakan kebersihan sungai ke berbagai daerah di Indonesia.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap percepatan penanganan persoalan sampah secara terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi terhadap berbagai aksi lingkungan yang dilakukan Sungai Watch, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai persoalan sampah melalui pelibatan generasi muda.
Co-founder Sungai Watch, Sam Bencheghib, menjelaskan bahwa pihaknya baru menyelesaikan aksi kampanye lingkungan bertajuk “Run for Rivers”. Kegiatan tersebut dilakukan dengan berlari sejauh 1.205 kilometer dari Bali menuju Monumen Nasional (Monas), Jakarta, selama 58 hari guna mengampanyekan isu darurat polusi plastik di sungai-sungai Indonesia.
“Dalam pertemuan ini kami berdiskusi terkait kemungkinan memperluas operasional Sungai Watch di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini kami sudah beroperasi di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo. Ke depan, kami ingin memperluas gerakan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ujar Sam usai pertemuan.
Selain membahas ekspansi gerakan lingkungan, audiensi tersebut juga menyoroti pentingnya edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah tangga untuk mengurangi pencemaran sungai.
Gary Bencheghib mengatakan persoalan utama penanganan sampah saat ini masih berkaitan dengan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sebelum dibuang.
“Edukasi dan kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan. Padahal sungai bukan tempat pembuangan sampah,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Sungai Watch juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap penguatan program penanganan sampah, termasuk peluang kolaborasi dengan sektor swasta guna mendukung pendanaan dan pengembangan gerakan lingkungan.
Menurut Sam, dukungan lintas sektor dinilai penting agar program penanganan sampah sungai dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
Di akhir pertemuan, Sungai Watch berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan sampah sungai dapat semakin diperkuat sehingga gerakan kebersihan sungai mampu menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. (AP/red)

































