ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Timur selama beberapa hari terakhir akhirnya memicu banjir besar yang merendam puluhan hektar tambak udang dan ikan di Desa Bagok Panah Sa, Kecamatan Darul Aman. Musibah ini, yang terjadi sejak Sabtu malam, 21 November 2025, menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp300 juta dan membuat para petani tambak kehilangan sumber pendapatan utama mereka.
Banjir mulai memasuki kawasan tambak saat debit air meningkat tajam akibat curah hujan yang terus menerus. Akibatnya, belasan tambak yang sebenarnya siap panen berubah menjadi genangan luas menyerupai lautan. Arus air yang kuat kemudian menghanyutkan bibit udang dan ikan, termasuk bibit dari sekitar 15 tambak yang tinggal menunggu masa panen.
Salah seorang petani tambak, Ruslan, menjelaskan bahwa ia kehilangan seluruh bibit ikan bandeng yang hampir memasuki masa panen. Ia menuturkan bahwa banjir tersebut memusnahkan seluruh hasil budidayanya. “Puluhan ribu bibit ikan bandeng yang tinggal satu bulan lagi akan panen hilang semua. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Selain itu, Ruslan menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat memberikan bantuan. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan tekanan ekonomi para petani. “Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu, setidaknya untuk mengurangi beban hidup kami,” tambahnya.
Kepala Dusun Mantang Geulumpang, Abubakar, membenarkan adanya kerugian besar yang dialami warganya. Ia menjelaskan bahwa puluhan petani tambak terdampak banjir dan kehilangan sebagian besar hasil budidaya mereka. “Kerugian kami perkirakan mencapai Rp300 juta. Banjir mulai terjadi pada Sabtu malam dan terus bertahan hingga hari ini,” ungkapnya.
Hingga kini, air masih menggenangi kawasan tambak, sehingga para petani belum dapat memperbaiki fasilitas budidaya mereka. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan agar dampak ekonomi tidak semakin meluas. (HAS/red)






























