ATAPKOTA.COM, SUMUT – Upaya memperkuat jaringan komunikasi di wilayah terdampak bencana terus dilakukan Polri. Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sumatera Utara mengirimkan sembilan perangkat Starlink ke Polres Aceh Tamiang, Polda Aceh, sebagai dukungan operasional dalam pemulihan akses informasi masyarakat.
Perangkat bantuan dari Divisi TIK Mabes Polri tersebut tiba dengan baik di Mapolres Aceh Tamiang. Perangkat itu diterima langsung oleh Kasi TIK Polres bersama personel Bid TIK Polda Aceh dan langsung melalui uji fungsi. Hasil pengecekan menunjukkan seluruh unit bekerja optimal dan siap digunakan di lapangan.
Kabid TIK Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. M. Adenan AS, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa keberadaan perangkat Starlink tidak hanya mendukung kegiatan operasional Polri. Ia menegaskan bahwa perangkat tersebut juga menjadi sarana komunikasi gratis bagi masyarakat terdampak. Kehadiran internet berbasis satelit memungkinkan warga menghubungi keluarga mereka, terutama yang tinggal jauh dan berada di wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.
“Perangkat ini kita kirimkan untuk mendukung kelancaran koordinasi internal, namun juga dapat dipergunakan masyarakat secara gratis agar mereka bisa menghubungi keluarganya,” ujar Kabid TIK Polda Sumut.
Ia menilai bahwa akses komunikasi melalui Starlink menjadi kebutuhan mendesak di wilayah yang mengalami pemutusan jaringan akibat bencana. Dengan fasilitas ini, warga tidak lagi kesulitan menyampaikan kabar keselamatan, meminta bantuan, ataupun berkoordinasi dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami berharap layanan ini membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dalam masa sulit seperti sekarang. Polri melalui teknologi yang tersedia akan terus hadir memastikan kebutuhan komunikasi masyarakat dapat terpenuhi,” tegasnya.
Dengan dukungan perangkat tersebut, Polres Aceh Tamiang kini memiliki konektivitas berbasis satelit yang stabil, cepat, dan dapat diakses masyarakat kapan pun diperlukan. Fasilitas ini menjadi bagian dari pelayanan humanis Polri kepada warga yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat koordinasi penanganan di tingkat wilayah. (AK1)

































