ATAPKOTA.COM, TAPUT – Di tengah duka akibat bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Adiankoting, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menghadirkan kehangatan Natal sebagai pelukan pengharapan bagi masyarakat terdampak.
Mengusung tema “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” dengan subtema “Damai Sejahtera Natal Membawa Kekuatan dan Semangat Baru bagi Masyarakat Korban Bencana”, Polri menggelar perayaan Natal bersama keluarga korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis, 4 Desember 2025.
Perayaan Natal berlangsung khidmat dan penuh haru di dua rumah ibadah, yakni Gereja HKBP Lobu Pining (Dolok Nauli) dan Gereja HKBP Sibalanga. Sejak sore hingga malam hari, ibadah Natal diisi dengan doa, puji-pujian, serta firman Tuhan yang disampaikan oleh Pendeta Donald Sinaga. Pesan iman dan pengharapan yang disampaikan menjadi penguat bagi keluarga korban, meneguhkan hati yang masih diliputi duka, sekaligus menumbuhkan semangat baru untuk bangkit pascabencana.
Kehadiran jajaran Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara menyatu bersama masyarakat Dolok Nauli dan Sibalanga. Tidak tampak sekat antara aparat dan warga. Yang hadir justru kebersamaan, empati, serta rasa saling menguatkan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Suasana semakin mengharukan ketika bingkisan Natal dibagikan kepada anak-anak terdampak longsor. Senyum tulus dan mata berbinar mereka menjadi simbol bahwa damai sejahtera Natal benar-benar hadir, setidaknya menghapus sejenak luka dan menghadirkan harapan baru.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menegaskan bahwa perayaan Natal tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi musibah.
“Natal ini kami maknai sebagai momentum untuk menghadirkan penghiburan dan pengharapan. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menguatkan hati masyarakat. Kami ingin keluarga korban, terutama anak-anak, merasakan bahwa mereka tidak sendiri dan masih memiliki harapan untuk menatap masa depan,” ujar AKBP Ernis Sitinjak.
Ia menambahkan, kebersamaan yang terjalin dalam perayaan Natal tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, serta menjadi kekuatan moral dalam proses pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, menegaskan bahwa Polda Sumatera Utara akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 15 Desember 2025.
“Polda Sumut akan selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru agar berjalan aman dan kondusif, maupun melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk trauma healing bagi anak-anak dan keluarga korban bencana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan bersifat sementara, melainkan berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk menguatkan, melayani, dan memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi cobaan. Ini adalah komitmen kami, hari ini dan ke depan,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, perwakilan jemaat HKBP Lobu Pining dan HKBP Sibalanga menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Polri atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri yang telah hadir dan memberi perhatian. Semoga Polri ke depan semakin semangat melayani masyarakat,” ungkap salah seorang perwakilan jemaat.
Rangkaian Natal Polri bersama masyarakat pun berakhir dengan penuh kekhidmatan. Namun, pesan yang tertinggal begitu mendalam. Di tengah bencana dan keterbatasan, damai sejahtera Natal mampu menumbuhkan kekuatan, harapan, dan semangat baru, dengan Polri hadir sebagai bagian dari perjalanan pemulihan bersama masyarakat. (AP)






























