ATAPKOTA, JAKARTA – SETARA Institute telah merilis Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2024, yang merupakan publikasi ke-8 sejak pertama kali dipublikasikan pada tahun 2015. IKT merupakan studi pengukuran kinerja kota dalam mengelola keberagaman, toleransi, dan inklusi sosial.
Hasil Penelitian SETARA Institute, Kota Salatiga menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan skor toleransi tertinggi pada IKT 2024 dengan skor 6,544; Kota Pematangsiantar naik dari peringkat 11 pada IKT 2023 menjadi peringkat 5 pada IKT 2024 dengan skor 6,115; 10 kota dengan skor toleransi terendah pada IKT 2024 masih didominasi oleh kota-kota yang sama dengan IKT 2023, namun terdapat beberapa kota pendatang baru pada zona ini.
Metodologi yang digunakan untuk IKT mengombinasikan paradigma hak konstitusional warga sesuai jaminan konstitusi dan hak asasi manusia sesuai standar hukum HAM internasional dan tata kelola pemerintahan yang inklusif.
Studi IKT menetapkan 4 variabel dengan 8 indikator sebagai alat ukur, yaitu regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi sosio-keagamaan.
Berdasarkan siaran pers SETARA Institute, Selasa, (27/05), IKT 2024 menunjukkan bahwa kota-kota di Indonesia memiliki dinamika dalam mengelola keberagaman dan toleransi.
Kota Salatiga dan Pematang Siantar menunjukkan kinerja yang baik dalam memajukan toleransi dan inklusi sosial. Perlu adanya inovasi dan terobosan pemajuan toleransi di kota-kota yang masih memiliki skor toleransi rendah.(And)/PR


































