Warga Julok Desak Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Aceh Timur

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:06 WIB

40213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin, 16 Februari 2026,

Konsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin, 16 Februari 2026,

ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Konsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin, 16 Februari 2026, menjadi penanda menguatnya kembali isu konflik agraria di wilayah tersebut. Pertemuan itu bukan sekadar agenda penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU), melainkan desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di kawasan itu.

Tiga perusahaan yang disorot warga ialah PT Tanjung Raya Bendahara, PT Beurata Maju, dan PT Bayu Peuga Sawet. Namun substansi tuntutan warga tidak berhenti pada nama perusahaan. Yang dipersoalkan adalah dampak sosial-ekonomi keberadaan HGU serta kejelasan status tanah yang menjadi dasar pemberian izin.

Secara regulatif, perpanjangan HGU bukan sekadar proses administratif. Kebijakan agraria nasional mensyaratkan evaluasi atas pemanfaatan lahan, kepatuhan hukum, dampak sosial, serta kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga menilai keberadaan perusahaan belum memberi dampak signifikan terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat desa. Klaim itu menjadi salah satu alasan penolakan terhadap rencana perpanjangan izin.

Nurdiansyah, dikenal dengan panggilan Ayah Syik, menyatakan masyarakat menginginkan transparansi dan audit sosial sebelum keputusan diperpanjang.

“Kalau memang ada manfaatnya, tunjukkan secara terbuka. Kalau tidak, pemerintah harus berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Ahmadi, Sekretaris Desa Gampong Teupin Raya, menegaskan bahwa sikap warga bukan bentuk pembangkangan terhadap negara, melainkan tuntutan atas hak konstitusional.

“Memperjuangkan hak hidup bukan pemberontakan. Ini hak rakyat untuk mempertahankan tanahnya,” kata Ahmadi.

Pernyataan itu menunjukkan potensi eskalasi apabila polemik tidak dikelola melalui dialog terbuka dan mekanisme penyelesaian yang jelas.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur belum menyampaikan keterangan resmi terkait tuntutan warga Gampong Teupin Raya. Upaya konfirmasi masih dilakukan untuk memperoleh penjelasan dari pihak terkait, termasuk perusahaan yang disebutkan. (Hasbi/red)

Berita Terkait

Samuel Silaen Ungkap Perannya Hanya Survei Harga Komputer
16 Orang Diperiksa, Tersangka Belum Ada: Ada Apa di Balik Dugaan Korupsi Komputer Dinkes Pematangsiantar
Kejari Anambas Tetapkan Kades Lingai Tersangka Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp 1,14 Miliar
Wabup Asahan Tutup Turnamen Minisoccer 2026, Ini Daftar Juara SD hingga SMA
Warga Silalas Keluhkan Air Bersih Sekolah hingga Ancaman Banjir, Pemko Medan Didesak Bergerak Cepat
Kapolda Sumut dan Bhayangkari Hadirkan Fasilitas Air Bersih dan MCK untuk Warga
Liswati Wesly Silalahi Beri Dukungan Kontingen Pematangsiantar di Jambore Kader PKK Sumut 2026
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, 11 Ponsel Disita

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:34 WIB

Samuel Silaen Ungkap Perannya Hanya Survei Harga Komputer

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

16 Orang Diperiksa, Tersangka Belum Ada: Ada Apa di Balik Dugaan Korupsi Komputer Dinkes Pematangsiantar

Rabu, 4 November 2026 - 14:17 WIB

Kejari Anambas Tetapkan Kades Lingai Tersangka Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp 1,14 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 23:17 WIB

Wabup Asahan Tutup Turnamen Minisoccer 2026, Ini Daftar Juara SD hingga SMA

Selasa, 3 November 2026 - 22:22 WIB

Warga Silalas Keluhkan Air Bersih Sekolah hingga Ancaman Banjir, Pemko Medan Didesak Bergerak Cepat

Selasa, 3 November 2026 - 21:35 WIB

Liswati Wesly Silalahi Beri Dukungan Kontingen Pematangsiantar di Jambore Kader PKK Sumut 2026

Selasa, 3 November 2026 - 21:05 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, 11 Ponsel Disita

Selasa, 3 November 2026 - 20:10 WIB

Bobby Nasution Tinjau Perkuatan Tanggul Sungai Wampu, Warga Diminta Awasi Kualitas Pekerjaan

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Samuel Silaen Ungkap Perannya Hanya Survei Harga Komputer

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:34 WIB