Akui Masalah Tata Kelola, Prabowo Janjikan Reformasi di Washington DC

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:21 WIB

40188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada sesi roundtable Business Summit yang digelar dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada sesi roundtable Business Summit yang digelar dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026.

ATAPKOTA.COM, WASHINGTON DC — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kepastian hukum dan stabilitas politik merupakan fondasi utama bagi masuknya investasi asing ke Indonesia. Pesan itu disampaikan dalam sesi roundtable Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026).

Dalam forum yang dihadiri pelaku usaha Amerika Serikat dan Indonesia tersebut, Prabowo menyebut perjanjian perdagangan kedua negara sebagai sinyal kuat untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan memperluas akses pasar.

“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia bisnis,” ujar Presiden.

Namun, di balik optimisme itu, Kepala Negara juga menyampaikan pengakuan terbuka mengenai persoalan struktural yang masih dihadapi Indonesia.

“Kita memiliki kelemahan. Kita memiliki masalah dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Kita memiliki masalah korupsi. Kita memiliki masalah kinerja kelembagaan yang masih lemah,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena jarang disampaikan secara eksplisit di forum internasional. Prabowo menekankan bahwa reformasi tata kelola dan penegakan hukum adalah syarat mutlak membangun kepercayaan investor.

“Tidak ada yang ingin berinvestasi dalam suasana ketidakpastian atau kekacauan,” ujarnya.

Presiden menyebut realisasi investasi asing tahun lalu mencapai USD53 miliar. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil dan terus membaik.

Meski demikian, sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa angka investasi perlu dibaca bersama indikator lain: kualitas investasi, nilai tambah industri, serta pemerataan dampaknya terhadap tenaga kerja.

Pemerintah dalam periode 2020–2026 mendorong agenda hilirisasi sumber daya alam, industrialisasi, dan penguatan rantai pasok domestik. Namun, tantangan klasik tetap muncul: kepastian regulasi, sinkronisasi pusat-daerah, serta efektivitas pemberantasan korupsi.

Prabowo menyatakan Indonesia mencari mitra jangka panjang untuk modernisasi dan industrialisasi ekonomi.

“Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dalam upaya berkelanjutan untuk memodernisasi dan melakukan industrialisasi,” katanya.

Presiden mengakui bahwa langkah reformasi tidak selalu berjalan mulus dan kerap menimbulkan resistensi. Namun, menurutnya, pembenahan tata kelola adalah fondasi agar Indonesia dipercaya sebagai destinasi investasi global.

Ia juga menegaskan pentingnya disiplin fiskal dan pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.

“Kami ingin mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pesan stabilitas yang dibawa Prabowo di Washington memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan transisi kekuasaan yang relatif damai. Namun, stabilitas politik saja tidak cukup.

Investor global umumnya menilai tiga aspek utama:

  1. Kepastian Regulasi dan Konsistensi Kebijakan
    Perubahan aturan yang cepat tanpa transisi jelas dapat mengganggu kepastian usaha.

  2. Penegakan Hukum dan Antikorupsi
    Reformasi tata kelola harus dibuktikan melalui transparansi pengadaan, kepastian kontrak, dan efektivitas lembaga pengawas.

  3. Daya Saing Industri dan Infrastruktur
    Investasi bernilai tambah membutuhkan dukungan logistik, energi, dan SDM yang kompetitif.

Washington menjadi panggung diplomasi ekonomi. Namun, keberhasilan pesan tersebut akan diuji bukan di ruang konferensi, melainkan dalam implementasi kebijakan di dalam negeri.

Indonesia menawarkan stabilitas dan pasar besar. Investor akan menunggu bukti konsistensi. (AK1)

Berita Terkait

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas
Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5
Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026
Polisi Bongkar Gelanggang Diduga untuk Sabung Ayam di Simalungun, Pemilik Rumah Tak Ada
MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional
RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bobby Nasution Temui Kejati Sumut, Evaluasi Pembangunan 2026 dan Bahas Rencana 2027

Berita Terbaru