ATAPKOTA.COM, BANTEN – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) memperingati Dies Natalis ke-44 melalui kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERMAHI Banten. Kegiatan yang berlangsung di Banten pada Jumat, 7 Maret 2025, tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERMAHI, Azhar Sidiq.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan antara kader aktif serta para alumni PERMAHI yang telah berkiprah di berbagai bidang.
Sejumlah alumni turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Ikatan Keluarga Alumni PERMAHI Banten, Bachtiar Rifai, Ferry Once, Yulia, serta sejumlah alumni lainnya yang memberikan dukungan moral bagi keberlanjutan gerakan intelektual mahasiswa hukum.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Ardi. Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai integritas, kejujuran, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPC PERMAHI Banten, Nurul Hakim, mengatakan bahwa peringatan Dies Natalis tidak hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi kader.
“Dies Natalis PERMAHI bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi bagi seluruh kader untuk terus menghidupkan nilai-nilai kepermahian dalam setiap gerak perjuangan mahasiswa hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPN PERMAHI, Azhar Sidiq, menegaskan bahwa PERMAHI harus tetap menjaga eksistensinya sebagai ruang pembelajaran dan kaderisasi bagi mahasiswa hukum di Indonesia.
Menurut Azhar, selama lebih dari empat dekade PERMAHI telah menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk membangun nalar kritis serta komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.
“PERMAHI harus terus menjadi ruang berproses bagi mahasiswa hukum Indonesia. Di sinilah gagasan, integritas, dan kepemimpinan ditempa,” kata Azhar.
Ia menambahkan bahwa kader PERMAHI diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan.
Azhar juga mendorong seluruh cabang PERMAHI di berbagai daerah agar memaknai semangat kepermahian bukan sekadar identitas organisasi, melainkan sebagai semangat perjuangan dalam membangun sistem hukum yang berintegritas dan berpihak kepada masyarakat.
“Semangat PERMAHI adalah semangat pembangunan hukum. Setiap kader harus membawa nilai-nilai itu dalam kehidupan profesionalnya kelak—baik sebagai advokat, akademisi, hakim, jaksa, maupun profesi hukum lainnya,” ujarnya.
Peringatan Dies Natalis ke-44 PERMAHI di Banten tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan antara kader aktif dan alumni. Momentum ini menegaskan bahwa PERMAHI bukan hanya organisasi kemahasiswaan, tetapi juga komunitas intelektual yang terus melahirkan generasi pemimpin hukum bagi masa depan Indonesia.
Selama 44 tahun perjalanan organisasinya, PERMAHI dinilai telah membangun tradisi intelektual, solidaritas kader, serta komitmen terhadap cita-cita penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia. (AP/red)






























