ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan Sona Zendrato ke Polres Pematangsiantar kini memasuki babak baru. Salah satu pihak yang menjadi sorotan adalah seorang dokter spesialis forensik berinisial dr. JAS yang disebut Sona Zendrato saat wartawan menemui di kediamannya.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam keterangannya, Sona mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh lima orang.
Dari sejumlah nama yang disebut, keberadaan dr. JAS menarik perhatian karena yang bersangkutan diketahui berprofesi sebagai dokter forensik dan diduga berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di RSUD Djasamen Saragih.
Menurut pengakuan Sona, dokter tersebut berada di lokasi saat kejadian dan diduga terlibat dalam tindakan kekerasan.
Ia menyebut mengalami pemukulan hingga benturan di bagian kepala. Dalam keterangannya, Sona juga mengklaim sempat mendapat tendangan yang menyebabkan dirinya terjatuh sebelum kemudian mengalami kekerasan secara bersama-sama.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak dr. JAS terkait tudingan tersebut. Sementara dr JAS telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 13 April 2026.
Sona juga mengaitkan kejadian ini dengan peristiwa sebelumnya. Ia mengaku melihat rekaman CCTV di sebuah warung kopi yang memperlihatkan sejumlah pihak, termasuk yang ia duga dokter tersebut, telah berkumpul beberapa hari sebelum kejadian.
Menurutnya, dalam rekaman itu terdapat percakapan yang ia tafsirkan mengarah pada rencana tindakan terhadap dirinya. Meski demikian, rekaman tersebut belum dipublikasikan.
Di sisi lain, kasus ini juga menyeret relasi personal antar pihak. Salah satu terlapor disebut memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Pematangsiantar dengan nomor STTLP/B/184/IV/2026/SPKT/POLRES PEMATANG SIANTAR/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 6 April 2026.
Korban mengaku telah menjalani visum bersama dua orang lainnya dan menyerahkan hasil pemeriksaan kepada penyidik. Namun, hingga saat ini, perkembangan penanganan perkara tersebut belum disampaikan secara terbuka oleh pihak kepolisian.
Upaya konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk dr. JAS dan instansi tempatnya bertugas, masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan berimbang atas kasus ini.
Penulis : Andrew T Panjaitan,ST | Editor : Tim Redaksi Atapkota.com

































