ATAPKOTA.COM, MEDAN – Upaya pencegahan kanker serviks di kalangan aparatur sipil negara (ASN) mulai diperkuat melalui program vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (6 Mei 2026). Kegiatan ini menjadi respons atas tingginya kasus kanker serviks di wilayah tersebut.
Program vaksinasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sumatera Utara dan Bio Farma. Ratusan ASN tercatat mengikuti tahap awal vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyakit yang disebabkan oleh infeksi HPV.
Perwakilan Bio Farma wilayah Sumatera, Yosua Bao, menyebutkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, termasuk di Sumatera Utara.
“Kasus kanker serviks cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian kedua setelah kanker payudara. Karena itu, pencegahan melalui vaksinasi menjadi penting,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan Sumatera Utara menunjukkan bahwa pada 2021 terdapat ratusan kasus kanker serviks di Kota Medan. Kondisi ini menjadi dasar perlunya intervensi preventif yang lebih luas.
Pada tahap awal, sekitar 100 ASN mengikuti vaksinasi dosis pertama. Program ini dirancang berkelanjutan dengan pemberian dosis lanjutan, sekaligus membuka peluang bagi ASN lain yang belum sempat mengikuti tahap awal.
“Jika antusiasme tetap tinggi, kami akan membuka kembali vaksinasi dari dosis pertama bagi peserta baru,” kata Yosua.
Salah satu peserta vaksinasi menyampaikan bahwa langkah ini penting, terutama bagi perempuan dengan faktor risiko tertentu.
“Pencegahan menjadi penting karena banyak kasus baru diketahui pada stadium lanjut,” ujarnya, merujuk pada pengalaman keluarga.
Program ini tidak hanya menargetkan perlindungan individu, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks.
Meski demikian, perluasan program vaksinasi dan edukasi kesehatan dinilai masih menjadi tantangan, mengingat belum meratanya akses dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap pencegahan penyakit ini. (AP/red)

































