ATAPKOTA.COM. MEDAN – Polda Sumatera Utara mengerahkan 2.081 personel untuk mengamankan pelaksanaan ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 yang berlangsung pada 1 hingga 13 Juni 2026 di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
Pengamanan dilakukan melalui Operasi Kepolisian Kewilayahan “ASEAN U19 TOBA-2026” yang melibatkan 1.320 personel Polri dan 761 personel dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta petugas pengamanan internal (steward).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan operasi tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kejuaraan internasional berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Operasi ASEAN U19 TOBA-2026 dilaksanakan untuk menjamin keamanan seluruh peserta, ofisial, perangkat pertandingan, suporter, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan. Kami ingin memastikan event internasional ini berlangsung sukses sekaligus memberikan citra positif bagi Sumatera Utara,” ujar Ferry, Senin, 1 Juni 2026.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada stadion tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga mencakup seluruh lokasi yang menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen.
Beberapa objek yang menjadi prioritas pengamanan antara lain Bandara Internasional Kualanamu, Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan Medan, Stadion Madya Atletik, Stadion Mini Pancing, Stadion Kebun Bunga, Lapangan Cadika, serta hotel yang menjadi tempat menginap para peserta dan ofisial.
Selain pertandingan sepak bola, aparat juga melakukan pengamanan terhadap sesi latihan, konferensi pers, ASEAN Football Festival, hingga seremoni pembukaan dan penutupan kejuaraan.
Ferry menjelaskan, pola pengamanan diterapkan melalui sistem berlapis yang terbagi dalam tiga zona pengamanan, yakni Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.
Ring 1 mencakup area dalam stadion dan lapangan pertandingan, Ring 2 berada di kawasan gerbang masuk serta selasar stadion, sedangkan Ring 3 meliputi area luar stadion, kantong parkir, dan akses jalan menuju lokasi pertandingan.
Untuk menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung, setiap penonton yang memasuki stadion akan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur pengamanan yang berlaku.
“Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung,” kata Ferry.
Polda Sumut juga menyiapkan pengawalan dan pengamanan melekat terhadap para pemain, ofisial, perangkat pertandingan, delegasi negara peserta, serta tamu VIP dan VVIP sejak kedatangan di Bandara Kualanamu hingga pelaksanaan seluruh agenda kejuaraan.
Di sektor lalu lintas, personel gabungan akan melakukan pengaturan arus kendaraan, rekayasa lalu lintas, sterilisasi jalur menuju stadion, serta penataan area parkir guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama turnamen berlangsung.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari Pos Pengamanan, Pos Kesehatan, pusat kendali (Command Center) yang terintegrasi dengan CCTV, hingga skenario evakuasi dan penanganan keadaan darurat.
Menurut Ferry, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko agar penyelenggaraan kejuaraan dapat berjalan aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun penonton.
Ia juga menegaskan aparat akan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum terhadap setiap tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi, termasuk perusakan fasilitas, tindakan provokatif, maupun pelanggaran ketertiban lainnya.
Selain itu, aparat melakukan pemantauan terhadap mobilitas kelompok suporter guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan situasi tetap kondusif selama turnamen berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, suporter, dan peserta untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari tunjukkan bahwa Sumatera Utara mampu menjadi tuan rumah yang aman, ramah, dan profesional dalam penyelenggaraan event internasional,” pungkas Ferry.(*)

































