Akomodasi Peserta AFF U-19 Bermasalah, Pemko Medan Tegaskan Tak Pernah Berkomitmen Membayar Hotel

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:15 WIB

40127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemko Medan membantah pernah berkomitmen membiayai hotel peserta AFF U-19 2026.

Pemko Medan membantah pernah berkomitmen membiayai hotel peserta AFF U-19 2026.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan membantah tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026. Pemko menegaskan sejak awal tidak pernah menyatakan kesediaan menanggung biaya hotel maupun penginapan bagi tim peserta turnamen sepak bola internasional tersebut.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, S.STP., M.M., menyusul munculnya tudingan dari salah satu panitia pelaksana yang menyebut pemerintah daerah tidak memenuhi komitmen terkait akomodasi peserta.

Menurut Wiriya, pembahasan yang melibatkan Pemko Medan sejak awal hanya berkaitan dengan penyediaan serta pembenahan fasilitas olahraga yang akan digunakan selama pelaksanaan turnamen.

“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan peserta AFF. Hal itu tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion,” ujar Wiriya, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung pada Maret 2026, Pemko Medan diminta menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah daerah, yakni Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika.

Namun setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, sejumlah fasilitas tersebut dinilai masih memerlukan perbaikan agar memenuhi standar yang ditetapkan.

Menurut Wiriya, Lapangan Kebun Bunga dan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan tim peserta, sedangkan Stadion Teladan direncanakan menjadi salah satu venue pertandingan meskipun saat ini masih dalam proses renovasi.

“Kontrak pekerjaan Stadion Teladan baru selesai pada September 2026. Sejak awal PSSI sudah mengetahui kondisi stadion yang masih dalam tahap pembangunan melalui proyek APBN dan APBD. Meski demikian, kami tetap berupaya maksimal membantu dengan membenahi fasilitas pendukung seperti kamar mandi, ruang ganti pemain, dan ruang ofisial,” katanya.

Wiriya menambahkan, Pemko Medan bahkan turut melakukan gotong royong di area stadion untuk mendukung kesiapan pelaksanaan turnamen meskipun secara administratif proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena belum diserahterimakan.

Pemko Medan juga mengungkapkan bahwa surat permintaan dukungan pembiayaan baru diterima pada 24 Mei 2026 atau hanya beberapa hari sebelum turnamen berlangsung.

Setelah mempelajari permintaan tersebut, Pemko menilai tidak terdapat dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk membiayai akomodasi peserta.

“Tiba-tiba kami menerima surat permintaan pembiayaan. Setelah kami pelajari, tidak ada aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut. Selain itu, anggaran untuk kebutuhan tersebut juga tidak tersedia,” tegas Wiriya.

Untuk memastikan aspek legalitas penggunaan anggaran daerah, Pemko Medan telah mengirimkan surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 26 Mei 2026 guna meminta penjelasan terkait permintaan dukungan pembiayaan tersebut.

Wiriya menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga, penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional merupakan tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan.

“Dalam hal ini penyelenggaranya adalah PSSI. Bahkan terdapat surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada PSSI tertanggal 29 April 2026 terkait penyelenggaraan AFF. Jadi penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan kewenangan dan tanggung jawab penyelenggara,” ujarnya.

Karena itu, Pemko Medan menilai pembiayaan akomodasi peserta tidak dapat dibebankan kepada pemerintah daerah melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Jangan kemudian tiba-tiba meminta menggunakan dana BTT. Penggunaannya tidak bisa seperti itu. Pemda membantu melalui penyediaan stadion dan fasilitas latihan,” katanya.

Sebelumnya, persoalan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship 2026 mencuat setelah muncul informasi mengenai kendala pembayaran hotel yang dialami sejumlah tim peserta.

Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Fauzi, menyampaikan kekecewaannya karena menilai terdapat komitmen yang tidak terealisasi terkait pembiayaan akomodasi peserta.

Menurut Fauzi, kondisi tersebut berdampak terhadap kenyamanan beberapa tim yang sedang mengikuti turnamen.

Ia menyebut salah satu tim peserta dikabarkan telah meninggalkan hotel tempat menginap akibat persoalan pembayaran, sementara tim lainnya disebut menghadapi situasi serupa.

“Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentu akan berdampak terhadap citra penyelenggaraan turnamen,” ujar Fauzi.

Hingga kini, polemik mengenai pembiayaan akomodasi peserta masih menjadi perhatian berbagai pihak. Sementara itu, pelaksanaan ASEAN Boys Championship 2026 tetap berlangsung di Sumatera Utara sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (AP/red)

Berita Terkait

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana
Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses

Berita Terbaru