SMSI-RRI Teken MoU, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Perangi Hoaks

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:37 WIB

4022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat kolaborasi untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks, meningkatkan kompetensi wartawan, serta memperluas penyebaran informasi pembangunan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan kerja sama tersebut berangkat dari kesamaan pandangan mengenai pentingnya menghadapi tantangan penyebaran hoaks di tengah perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks,” kata Firdaus.

Ia menjelaskan, implementasi kerja sama akan mencakup sejumlah program, antara lain Training of Trainers (ToT), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dan penyebaran informasi pembangunan melalui jaringan media yang tergabung dalam SMSI.

Menurut Firdaus, SMSI memiliki 3.181 anggota media siber, termasuk media rintisan (startup media) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut dinilai berpotensi memperluas jangkauan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan,” ujarnya.

Firdaus juga menyampaikan dukungannya terhadap gagasan integrasi RRI dan TVRI sebagai platform media publik dengan jangkauan lebih luas. Ia berharap sinergi tersebut dapat memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Selain distribusi informasi, Firdaus menekankan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan. Menurutnya, penanganan hoaks tidak cukup dilakukan dengan membantah informasi palsu setelah tersebar. Upaya pencegahan juga membutuhkan wartawan yang profesional, memiliki kemampuan verifikasi, dan memahami tanggung jawab jurnalistik.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, mengatakan kolaborasi dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan ekosistem informasi digital yang semakin kompleks.

“Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar, yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks,” kata Hendrasmo.

Ia menilai media berskala kecil dan media rintisan juga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas informasi publik. Karena itu, peningkatan kompetensi dan penguatan jejaring antarmedia diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang berkualitas di tengah derasnya arus konten digital.

Dewan Pers Soroti Pengaruh Algoritma Digital

Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyoroti perubahan mendasar dalam pola masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi.

Ia menjelaskan, pada masa lalu, produksi informasi melalui media massa melewati tahapan penyuntingan dan seleksi. Media juga memiliki identitas yang jelas serta pihak yang bertanggung jawab atas informasi yang diterbitkan.

Namun, perkembangan teknologi digital mengubah pola tersebut. Media sosial kini menjadi ruang publik yang memungkinkan hampir setiap orang memproduksi dan menyebarkan informasi tanpa melalui mekanisme penyuntingan jurnalistik seperti di perusahaan pers.

“Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik,” ujarnya.

Menurut Komaruddin, melimpahnya informasi tidak otomatis meningkatkan kualitas pengetahuan masyarakat. Informasi yang benar dapat bercampur dengan kabar yang belum terverifikasi, konten sensasional, hingga penipuan.

Ia juga mengingatkan pengaruh algoritma platform digital terhadap kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Aktivitas pengguna, seperti konten yang dilihat, disukai, dan dicari, dapat memengaruhi rekomendasi informasi yang muncul berikutnya.

“Algoritma itu sebelumnya menjajah tanpa paksaan, mengendalikan tanpa paksaan,” kata Komaruddin.

Ia menjelaskan, data aktivitas pengguna menjadi salah satu unsur penting dalam ekosistem digital. Jejak penggunaan telepon pintar dapat dimanfaatkan untuk membentuk profil pengguna dan menentukan jenis konten yang direkomendasikan.

Akibatnya, seseorang berpotensi terus menerima informasi yang sesuai dengan minat dan pandangannya, sementara informasi berbeda semakin jarang muncul. Kondisi ini dapat mempersempit perspektif apabila tidak diimbangi dengan kebiasaan mencari sumber lain dan memeriksa kebenaran informasi.

“Yang serius sekali adalah kita tidak dilatih untuk mengecek informasi,” katanya.

Komaruddin menilai kemampuan memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan mempertanyakan kebenaran konten merupakan keterampilan penting yang perlu diperkuat di tengah perkembangan media digital.

Ia juga menyoroti kemampuan media sosial dalam memengaruhi emosi dan membentuk opini publik dalam waktu singkat. Karena itu, literasi digital dan kebiasaan memverifikasi informasi perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari keluarga dan lembaga pendidikan hingga media dan pemerintah.

MoU Diharapkan Berlanjut ke Program Konkret

Kolaborasi SMSI dan RRI diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diwujudkan melalui program yang terukur dan berkelanjutan.

Peningkatan kompetensi wartawan, penguatan verifikasi informasi, serta perluasan distribusi informasi pembangunan menjadi sejumlah bidang yang akan dikembangkan melalui kerja sama tersebut.

Sinergi antara lembaga penyiaran publik dan organisasi perusahaan media siber diharapkan dapat memperkuat ekosistem pers yang profesional sekaligus membantu masyarakat menghadapi tantangan penyebaran hoaks.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur PP LPP RRI Mistam, Dewan Penasihat SMSI Pusat Prof. Dr. Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.

Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir. M. Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, dan Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky.

 

 

Sumber : SMSI Siantar – Simalungun.

Berita Terkait

Wakil Bupati Asahan Buka Festival Kuliner 2026, UMKM Didorong Perluas Pasar
Bobby Nasution Siapkan Dukungan hingga Rp 50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut
Wagub Sumut Targetkan Penyerahan RSUD dr. M. Thomsen pada 29 Oktober 2026
Pemkab Samosir Salurkan 51 Paket Alsintan, Perluasan Lahan Bawang Putih Digenjot
Kapolda Sumut Gandeng Al-Washliyah Cegah Narkoba dan Intoleransi
Sekda Simalungun Bantah Kas Daerah Kosong, Saldo RKUD Disebut Hampir Rp 450 Miliar
DPRD Medan Bahas Perubahan Perda Kemiskinan, Bansos Diminta Tepat Sasaran
Kapolda Sumut Gandeng Keuskupan Agung Medan Perangi Narkoba dan Perdagangan Manusia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka Festival Kuliner 2026, UMKM Didorong Perluas Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Bobby Nasution Siapkan Dukungan hingga Rp 50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Wagub Sumut Targetkan Penyerahan RSUD dr. M. Thomsen pada 29 Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:37 WIB

SMSI-RRI Teken MoU, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Perangi Hoaks

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Pemkab Samosir Salurkan 51 Paket Alsintan, Perluasan Lahan Bawang Putih Digenjot

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekda Simalungun Bantah Kas Daerah Kosong, Saldo RKUD Disebut Hampir Rp 450 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:38 WIB

DPRD Medan Bahas Perubahan Perda Kemiskinan, Bansos Diminta Tepat Sasaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Kapolda Sumut Gandeng Keuskupan Agung Medan Perangi Narkoba dan Perdagangan Manusia

Berita Terbaru