BRIN Ungkap Potensi Limbah Sawit Hasilkan Listrik 3,9 Gigawatt, Prabowo Dorong Percepatan Riset

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:51 WIB

4010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi nasional untuk menjawab berbagai persoalan strategis, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengembangan energi alternatif dari limbah sawit, hingga vaksin malaria dan pengolahan sampah.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Arif melaporkan perkembangan sejumlah program riset strategis BRIN yang diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Presiden, menurutnya, menekankan pentingnya riset yang mampu menjawab kebutuhan jangka pendek sekaligus mengantisipasi tantangan pada masa mendatang.

“Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil riset untuk memecahkan masalah karhutla, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang, harus dilakukan,” ujar Arif.

BRIN Kembangkan Model Perambatan Api untuk Antisipasi Karhutla

Dalam penanganan karhutla, BRIN berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk penggunaan dry ice.

Selain mendukung penanganan jangka pendek, BRIN juga mengembangkan riset jangka menengah dan panjang untuk meningkatkan kemampuan mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

Salah satu fokusnya adalah pengembangan model perambatan api guna memahami pola penyebaran kebakaran sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Bapak Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah, kemudian riset jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan, termasuk di dalamnya adalah mencari model-model perambatan api itu seperti apa sebenarnya sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari,” jelas Arif.

Di sektor energi, BRIN mengkaji pemanfaatan limbah industri kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Arif menyebutkan, limbah cair pengolahan kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) serta tandan kosong sawit memiliki potensi untuk dikonversi menjadi energi listrik dengan kapasitas sekitar 3,9 gigawatt.

Selain menghasilkan listrik, biogas dari limbah sawit juga berpotensi diolah menjadi bahan bakar gas untuk kebutuhan masyarakat.

“Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih Rp97 triliun per tahun. Dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” kata Arif.

Pemanfaatan limbah sawit tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sekaligus membuka peluang pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik.

Pada bidang kesehatan, BRIN melaporkan pengembangan empat kandidat vaksin malaria. Presiden Prabowo meminta agar proses riset dipercepat sehingga vaksin dapat dikembangkan lebih awal dari jadwal yang direncanakan.

Arif mengatakan, dukungan Presiden diharapkan mampu mempercepat tahapan pengembangan hingga tiga tahun dibandingkan perkiraan waktu sebelumnya.

“Bapak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat tiga tahun lebih cepat dari seharusnya karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria,” ungkapnya.

Menurut Arif, pengembangan vaksin malaria juga berpotensi menjadi kontribusi Indonesia bagi dunia, terutama dalam menghadapi parasit malaria yang belum memiliki vaksin yang tersedia secara luas, termasuk Plasmodium vivax.

Selain riset vaksin, BRIN mengembangkan kandidat obat herbal untuk mendukung kemandirian industri farmasi nasional.

Saat ini, terdapat 19 kandidat obat herbal yang dikembangkan untuk diarahkan menuju kategori fitofarmaka, yakni obat berbahan alam yang telah memenuhi persyaratan pembuktian ilmiah dan mutu sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Sekarang ingin menuju pada fitofarmaka,” jelas Arif.

Presiden Prabowo juga mendorong agar hasil riset teknologi pengolahan sampah segera diterapkan di tengah masyarakat, termasuk melalui solusi yang dapat digunakan pada tingkat rumah tangga dan desa.

Menindaklanjuti arahan tersebut, BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melibatkan perguruan tinggi dalam membantu penanganan sampah di desa-desa.

Arif menjelaskan, BRIN berperan dalam penelitian dan pengembangan teknologi hingga menghasilkan prototipe. Karena itu, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara luas.

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi-teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan. Karena BRIN memang bukan lembaga yang memang bertugas memproduksi. Kita hanya membuat prototipe, tapi kita ingin memastikan bahwa prototipe yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan turut mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo, sekaligus memperkuat upaya penanganan sampah melalui inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Sehingga gerakan ASRI dari Bapak Presiden ini benar-benar bisa kita lakukan dengan baik, sesuai dengan harapan,” kata Arif.

Berbagai agenda tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Mulai dari mitigasi karhutla, pengembangan energi berbasis limbah sawit, percepatan riset vaksin, hingga teknologi pengolahan sampah, hasil inovasi nasional diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.(RE/red)

Berita Terkait

Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Pemprov Genjot Kawasan Pertanian Unggulan
Wapres Gibran Dukung Literasi Digital Santri, UTDI Siapkan Pelatihan Teknologi
Bapenda Sumut dan Ditlantas Gelar Operasi Sadar Pajak, Pengendara Diingatkan Lunasi Tunggakan
Usai Salat Jumat, Kasat Narkoba Polres Siantar Ingatkan Remaja: Jangan Coba Narkoba
24 Rumah Warga Rusak Diterjang Angin Kencang di Pematang Bandar Simalungun
Pemprov Sumut dan BKN Percepat Pemulihan Arsip ASN Terdampak Bencana
Bobby Nasution Optimistis Kerja Sama Kesehatan Sumut-Korea Selatan Beri Manfaat Nyata
Rico Waas Minta PNM Tak Sekadar Salurkan Modal, tapi Bangun Usaha yang Sustain

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pemkab Asahan Dorong Produk UMKM Tembus Indomaret dan Ritel Modern

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Asahan Bacakan Pesan Menpora untuk Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Simalungun Tekankan Patriotisme dan Kepedulian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Tambahan TKD Rp 412,9 Miliar, Realisasi Anggaran Simalungun Capai 45,81 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Desak Komitmen Pemberantasan Narkoba, BAKUMKU Beri Waktu 3 x 24 Jam kepada BNNK, Polres, dan Kejari Pematangsiantar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Penerimaan Bintara dan Tamtama TNI AD 2027 Dibuka, Cek Jadwal dan Lokasi di Sumut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Rakorpem Asahan Oktober 2026, Rianto Ingatkan OPD Jaga Integritas dan Efektivitas Anggaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Bunda PAUD Asahan Buka Peragaan Manasik Haji Cilik 2026, Diikuti 1.243 Anak

Berita Terbaru