ATAPKOTA.COM, MEDAN – Kota Medan resmi ditetapkan sebagai tuan rumah 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2025. Perhelatan ilmiah bergengsi di bidang urologi ini akan berlangsung pada 25–28 September 2025 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan.
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menyambut baik kepercayaan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar ASMIUA 2025 memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Pemko Medan berterima kasih atas kepercayaan ini. Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit di Medan sekaligus memberi edukasi penting di bidang kesehatan,” kata Zakiyuddin saat menerima audiensi panitia di ruang kerjanya, Senin (8/9/2025).
ASMIUA 2025 mengusung tema “Shaping the Future of Urology in Indonesia”. Kegiatan ini menghadirkan 27 pembicara internasional dan nasional dari berbagai negara seperti Spanyol, Inggris, Filipina, dan Thailand. Sekitar 1.000 peserta dari dalam dan luar negeri juga akan hadir, menjadikan Medan sebagai pusat perhatian ilmiah urologi di Asia Tenggara.
Urologi sendiri merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari, mendiagnosis, dan menangani penyakit pada saluran kemih serta sistem reproduksi pria. Keberadaan forum ilmiah ini diharapkan memperkuat layanan kesehatan di Medan sekaligus memperkenalkan inovasi teknologi, termasuk penggunaan robot dalam urologi modern.
Wakil Wali Kota menambahkan, kegiatan berskala internasional ini juga membuka peluang investasi.
“Dengan hadirnya banyak pakar dan peserta, kami berharap muncul investasi kesehatan yang memperkuat pelayanan di Medan,” ujarnya.
Audiensi panitia turut dihadiri Chairman ASMIUA 2025 dr. Ginanda Putra Siregar dan Steering Committee Prof. Dr. dr. Syah Mirsya Warli. Mereka menyampaikan rangkaian acara, mulai dari diskusi ilmiah, kegiatan Urocare berupa olahraga, hingga pengabdian masyarakat melalui donor darah dan pemeriksaan USG gratis untuk warga Medan.
Kehadiran ASMIUA 2025 bukan hanya memperkuat posisi Medan sebagai kota tujuan kegiatan nasional dan internasional, tetapi juga memberi manfaat langsung. Dengan kolaborasi para pakar dunia, Medan berpeluang menjadi pusat ilmiah urologi Asia Tenggara yang strategis. (Mery/red)



































