ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Sejumlah pemuda dan pemerhati sosial di Kabupaten Aceh Timur melakukan aksi simpatik dengan menyapa dan memberikan makan siang gratis kepada sopir truk berpelat luar Aceh yang melintas di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di depan Kantor Dekranasda Aceh Timur, Senin (6/10/2025).
Aksi ini digelar untuk menunjukkan bahwa Aceh, khususnya Aceh Timur, terbuka bagi kendaraan berpelat luar daerah dan tidak ada larangan bagi truk atau mobil dari provinsi lain untuk masuk ke wilayah tersebut.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Aceh Timur aman dan terbuka bagi siapa pun, termasuk bagi sopir truk berpelat luar daerah,” ujar Dedi Saputra, S.H., pemerhati sosial Aceh Timur sekaligus koordinator lapangan kegiatan tersebut.
Dedi menjelaskan, ada enam truk berpelat luar Aceh yang diberhentikan secara simpatik untuk disapa dan diberikan makan siang gratis. Plat kendaraan tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya BK, BA, BM, A, AA, dan BB.
Kegiatan tersebut turut dibantu sejumlah pemuda Aceh Timur, antara lain Galuh, Fauzan, Suriadi, Muhammad, Khairul, Hasbi, Usman, dan Ihsan.
Aksi dilakukan saat lalu lintas di sekitar pusat pemerintahan Aceh Timur sedikit padat. Para pemuda dengan ramah menyapa para sopir yang memperlambat laju kendaraan.
“Sudah makan, bang? Bagaimana di Aceh, aman kan?” tanya salah seorang pemuda kepada sopir dengan nada bersahabat.
Selain sapaan hangat, para sopir juga diberikan nasi kotak dan air mineral sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka di jalan.
Salah satu sopir truk yang mendapat sambutan tersebut mengaku terharu dan senang atas sikap ramah para pemuda Aceh Timur.
“Aman, bang. Alhamdulillah, terima kasih banyak atas makanannya,” ujar seorang sopir sambil tersenyum.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Timur yang turut membantu menjaga kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada Dishub Aceh Timur yang telah membantu sehingga kegiatan berjalan lancar tanpa menyebabkan kemacetan,” pungkas Dedi.(HAS)

































