ATAPKOTA.COM, SUMUT – Dalam momentum Milad ke-120 Syarikat Islam (SI), Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memberikan hadiah istimewa berupa 120 lowongan kerja bagi anggota Syarikat Islam Sumut. Kesempatan kerja tersebut akan disediakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Batubara.
“Kita akan berikan kesempatan bekerja di KEK Sei Mangkei kepada 120 anggota Syarikat Islam. Jumlah ini sesuai dengan usia SI yang ke-120. Ini bentuk apresiasi kami dan upaya meningkatkan kesejahteraan umat, sejalan dengan tema Milad SI hari ini,” ujar Bobby Nasution, dalam acara Milad ke-120 SI di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Sabtu (25/10/2025).
Bobby berharap, kesempatan kerja tersebut dapat mendorong anggota Syarikat Islam untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi Sumut, khususnya di kawasan industri Sei Mangkei. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi memajukan daerah.
“Kami berkomitmen mendukung organisasi seperti Syarikat Islam yang telah berkontribusi besar dalam sejarah dan pembangunan Sumatera Utara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bobby menekankan pentingnya kemandirian ekonomi umat. Ia menilai, melalui kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, anggota SI diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus menjadi pelaku ekonomi yang kuat.
“Kemandirian ekonomi umat menjadi fokus pemerintah. Kita ingin umat memiliki daya saing dan mampu mandiri secara ekonomi,” katanya.
Bobby juga mengingatkan kembali komitmen awal pendirian Syarikat Islam yang berakar pada perjuangan ekonomi rakyat. Menurutnya, semangat itu perlu dihidupkan kembali di tengah tantangan ekonomi global.
“Umat yang kuat adalah umat yang mandiri secara ekonomi dan mampu menjadi pelaku utama pembangunan,” pungkasnya.
Pemberian kesempatan kerja di KEK Sei Mangkei menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis keadilan dan kemandirian umat. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan yang inklusif dan produktif. (AK1)


































