ATAPKOTA, MALANG – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Suro, para santri dan warga Desa Bantur menggelar ritual jamasan pusaka Tunggak Semi, warisan spiritual dari Eyang Radiman, sosok pengikut setia Pangeran Diponegoro.
Prosesi sakral ini dilaksanakan di Pedepoan Roso Tunggal, Dusun Sumber Bendo, RT 21 RW 03, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. Kamis, (26/6/2025).
Tempat ini dikenal sebagai pusat pembinaan spiritual dan lokasi penyimpanan pusaka leluhur.
Santri memulai jamasan dengan khidmat. Mereka mencuci pusaka bukan hanya sebagai tindakan fisik, tetapi juga bentuk penyucian batin dan pelestarian warisan budaya leluhur. Prosesi ini mengandung nilai-nilai luhur tentang perjuangan, spiritualitas, dan rasa syukur.
Romo Raden Bagus Kliwon (Pariono), pemimpin spiritual di Pedepoan Roso Tunggal, langsung memimpin ritual. Ia menegaskan bahwa pusaka bukan hanya benda, melainkan simbol pengingat perjuangan dan sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Jamasan ini mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan antara laku lahir dan batin,” ujar Romo Bagus kepada para santri.
Acara ini telah menjadi tradisi tahunan. Warga menyambutnya sebagai momentum penting untuk refleksi spiritual, penguatan nilai keislaman, dan menjaga kearifan lokal warisan leluhur.
“Ritual ini memperkuat identitas budaya serta membangun harapan baru di awal Tahun Baru Islam,” ungkap salah satu peserta. (Arifpin Sastro)/kr

































