Rencana Pemindahan Warga Gaza ke “Kota Kemanusiaan”, Israel Hancurkan 28.600 Bangunan di Rafah

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025 - 18:54 WIB

40400 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kota Rafa terkini. (13/7)

Kondisi kota Rafa terkini. (13/7)

ATAPKOTA.COM, GAZA — Israel meningkatkan operasi penghancuran besar-besaran di Rafah, Gaza selatan, sebagai bagian dari rencana pemindahan paksa warga Gaza ke wilayah yang disebut sebagai “kota kemanusiaan”. Temuan terbaru unit investigasi Sanad milik Al Jazeera menunjukkan lonjakan penghancuran sejak serangan darat Israel dimulai akhir Maret 2025.

Berdasarkan data citra satelit UNOSAT hingga 4 Juli 2025, jumlah bangunan hancur di Rafah mencapai 28.600 unit. Jumlah ini naik drastis dari 15.800 bangunan yang tercatat pada 4 April 2025. Artinya, dalam waktu tiga bulan, sebanyak 12.800 bangunan dihancurkan, menandai percepatan eskalasi penghancuran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel akan memindahkan 600.000 warga Palestina dari wilayah pesisir al-Mawasi ke Rafah. Wilayah baru tersebut, kata Katz, akan berfungsi sebagai “kota kemanusiaan”, dan proses pemindahan dimulai 60 hari setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata.

“Tujuannya adalah memindahkan seluruh penduduk Gaza secara bertahap ke wilayah selatan ini,” ungkap Katz kepada wartawan pada Senin.

Menurut pernyataan tersebut, seluruh populasi Gaza, yang kini melebihi 2 juta jiwa, pada akhirnya akan tinggal di kawasan ini.

Sebuah dokumen proposal yang dilihat Reuters, dengan nama Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Amerika Serikat, menguraikan pembentukan Kawasan Transit Kemanusiaan. Dalam kawasan ini, warga Gaza akan menjalani proses “tinggal sementara, deradikalisasi, reintegrasi, dan persiapan relokasi jika bersedia.”

Pengamat dan kelompok hak asasi menyebut rencana ini sebagai bentuk pembersihan etnis terselubung. Bahkan, beberapa pihak menyamakan “kota kemanusiaan” ini dengan kamp konsentrasi modern, karena melibatkan pembatasan mobilitas dan kontrol penuh oleh otoritas militer Israel.

Organisasi HAM internasional mengecam rencana tersebut sebagai bentuk pelanggaran hukum humaniter internasional. Mereka menekankan bahwa pemindahan paksa populasi sipil dalam situasi konflik melanggar Konvensi Jenewa.

“Ini bukan evakuasi kemanusiaan, tapi pengusiran massal,” kata seorang analis dari Human Rights Watch.

Sementara itu, PBB hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun beberapa pejabat tinggi menyuarakan kekhawatiran atas skala kehancuran dan dampaknya terhadap hak sipil warga Gaza.

Sumber : Aljazeera

diterjemahkan dan ditulis ulang : Andrew T Panjaitan.ST

Berita Terkait

bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir
Infantino Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka
Terima Presiden FIFA, Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Prabowo Dorong Komitmen Jadi Hasil Nyata
Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS, Prabowo: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh
Momen Akrab Prabowo Bersama Modi, Putin, dan Xi Jelang Pembukaan KTT BRICS
Di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Negara
Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026, Tegaskan Peran Aktif Indonesia dalam Tata Kelola Global

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:30 WIB

bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka PORKAB KORPRI 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Berita Terbaru