ATAPKOTA.COM, LAMPUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) Lampung mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) segera menggelar rapat pleno untuk mempertanyakan maksud pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang terekam dalam insiden mic bocor usai Rapat Paripurna DPR RI.
Desakan tersebut muncul setelah beredar rekaman audio yang diduga memuat suara Sufmi Dasco Ahmad mengucapkan kalimat, “asal jangan teriak hidup Jokowi,” pada Rabu (20/5/2026), sesaat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan.
Sekretaris DPD Bara-JP Lampung, Robenson, mengatakan pernyataan tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka dalam forum resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami meminta DPP segera melakukan pleno. Publik berhak mengetahui apa maksud dari pernyataan itu. Apakah sekadar candaan atau ada arah politik tertentu yang ingin disampaikan,” ujar Robenson.
Menurutnya, insiden mic bocor yang viral di media sosial memunculkan berbagai tafsir, mulai dari candaan internal hingga dugaan adanya pergeseran arah politik antara koalisi pemerintahan saat ini dengan era kepemimpinan sebelumnya.
“Sebagai relawan yang dulu mengawal perubahan, kami tidak ingin ada komunikasi politik yang menimbulkan kebingungan. Klarifikasi penting agar barisan tidak goyah,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua PAC Bara-JP Pagar Dewa. Ia menilai klarifikasi penting dilakukan agar kader di tingkat bawah tidak salah menafsirkan arah politik organisasi.
“Pernyataan seperti itu bisa menimbulkan kegaduhan di akar rumput. Kami di PAC Pagar Dewa meminta DPP segera bersikap. Kalau memang hanya candaan, sampaikan. Kalau ada maksud politik, jelaskan kepada kader agar tidak menimbulkan spekulasi di lapangan,” ujarnya.
Dalam rekaman yang beredar, suara yang diduga milik Dasco terdengar di tengah suasana santai usai sidang. Di sampingnya tampak Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga terdengar menanggapi dengan tawa kecil.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Sufmi Dasco Ahmad maupun Sekretariat DPR RI terkait suara yang terekam dalam siaran langsung tersebut.
DPD Bara-JP Lampung menyatakan masih menunggu sikap resmi DPP sebelum menentukan langkah organisasi selanjutnya. (AP/red)

































