ATAPKOTA.COM, DELISERDANG – Beredarnya video tentang sekolah Al-Washliyah di Platform media sosial, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akhirnya turun tangan untuk mendinginkan situasi dengan memediasi konflik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang dan Al-Washliyah terkait penggunaan gedung sekolah/madrasah di Desa Petumbukan, Kecamatan Galang.
Mediasi yang berlangsung di Aula Kantor Kepala Desa Petumbukan pada Rabu (16/7/2025), menghasilkan kesepakatan penting: gedung sekolah akan digunakan bersama dan para siswa kembali belajar mulai Senin (21/7/2025).
Gubernur Bobby menegaskan bahwa inti persoalan ini bukanlah sengketa aset, tetapi jaminan hak anak-anak untuk tetap mendapat pendidikan layak.
“Masalahnya bukan soal menang atau kalah. Ini soal memastikan anak-anak kita bisa belajar. Pendidikan itu prioritas, sebagaimana pesan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Bobby.
Gedung sekolah yang menjadi permasalahan diketahui merupakan aset Pemkab Deliserdang, namun berdiri di atas lahan milik Al-Washliyah. Selama ini, gedung berisi 18 ruang belajar yang digunakan oleh Madrasah Tsanawiyah Al-Washliyah (8 kelas) dan SMPN 2 Galang (10 kelas).
Karena belum ada realisasi hibah atau pembangunan gedung baru, Bobby menyarankan kedua pihak menggunakan gedung secara bersama-sama hingga Pemkab membangun gedung baru dalam dua tahun ke depan.
“Pinjam pakai tak bisa lagi dilanjutkan karena bertentangan dengan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. Tapi kita dorong proses hibah berjalan. Sementara itu, sekolah bisa digunakan bersama. Pembelajaran sebaiknya dimulai Senin depan,” jelas Bobby.
Ketua PW Al-Washliyah Sumut, Dedi Iskandar Batubara, menyambut baik solusi dari Gubernur. Ia menegaskan bahwa Al-Washliyah mengutamakan pendidikan anak-anak dibanding kepemilikan gedung.
“Kami setuju. Fokus kita adalah anak-anak bisa belajar. Bukan soal gedung milik siapa. Kami hargai mediasi ini,” tegas Dedi.
Hasil pertemuan memutuskan bahwa kedua pihak akan menggunakan ruang kelas secara bersama dan proporsional, sesuai kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan.
Setelah mediasi, Gubernur Sumut bersama rombongan meninjau langsung lokasi sekolah. Di sana, para siswa dan orang tua telah menunggu untuk mendapatkan kepastian nasib pendidikan anak-anak mereka.
Turut hadir dalam mediasi tersebut Wakil Bupati Deliserdang Lomlom Suwondo, Sekda Deliserdang secara daring dari Jakarta Asri Ludin Tambunan, Ketua PW Al-Washliyah, Forkopimda Kabupaten, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, serta sejumlah anggota DPRD dan OPD terkait.
Wartawan : Merry B

































