Rumah MTQ Pertama Indonesia di Asahan Dihibahkan Jadi Cagar Budaya Nasional

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 08:30 WIB

40473 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Musyawarah/Mufakat dan Masjid MTQ 1946 di Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, menjadi saksi sejarah lahirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia. Dari tempat inilah, pada tahun 1946, tradisi lomba membaca Alquran dimulai secara resmi dan kemudian berkembang hingga tingkat nasional.

Rumah Musyawarah/Mufakat dan Masjid MTQ 1946 di Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, menjadi saksi sejarah lahirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia. Dari tempat inilah, pada tahun 1946, tradisi lomba membaca Alquran dimulai secara resmi dan kemudian berkembang hingga tingkat nasional.

ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Rumah Musyawarah/Mufakat dan Masjid MTQ 1946 di Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, menjadi saksi sejarah lahirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia. Dari tempat inilah, pada tahun 1946, tradisi lomba membaca Alquran dimulai secara resmi dan kemudian berkembang hingga tingkat nasional.

Karena memiliki nilai historis dan keagamaan tinggi, rumah dan masjid tersebut telah ditetapkan sebagai objek cagar budaya Kabupaten Asahan. Kini, keberadaannya juga menjadi warisan penting bagi syiar Islam dan kebudayaan bangsa.

Rumah dan masjid bersejarah itu dikelola oleh Yayasan MTQ Pertama Indonesia yang berdiri sejak 1946. Saat ini, yayasan dibina oleh H. Azwar Djun, S.Sos. sebagai kelanjutan dari gagasan dan perjuangan pendirinya, almarhum H. Muhammad Ali Umar di Medan. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, yayasan menyatakan komitmen untuk menghibahkan tanah dan bangunan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Asahan agar dapat dikelola secara lebih terarah, optimal, dan berkelanjutan.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., menerima audiensi pembina dan pengurus yayasan sekaligus meninjau langsung Rumah Musyawarah/Mufakat serta perlombaan tilawah Alquran di lokasi bersejarah itu. Kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian nilai keagamaan dan kebudayaan yang lahir dari Asahan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada yayasan.

“Atas nama pemerintah daerah, kami berkomitmen menjaga, merawat, dan mengembangkan situs bersejarah ini sebagai warisan keagamaan dan kebudayaan yang membanggakan, bukan hanya bagi Asahan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Pengelolaan yang lebih profesional akan memperkuat syiar Islam dan pendidikan Alquran di daerah kita,” tegasnya.

Ketua Yayasan MTQ Pertama Indonesia, Dr. H. Nahar A. Abdul Ghani, Lc., M.A., bersama Sekretaris Dr. Zain Noval, S.S.T.P., M.A.P., menegaskan bahwa hibah ini merupakan amanah besar untuk menjaga warisan sejarah Pondok Bungur. Mereka berharap pemerintah daerah mengembangkan lokasi ini sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan tilawah Alquran tingkat nasional demi generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Asahan menyambut baik langkah bersejarah tersebut dan berkomitmen menindaklanjutinya sesuai aturan. Ke depan, situs MTQ Pertama Indonesia di Pondok Bungur akan difungsikan tidak hanya sebagai cagar budaya, tetapi juga pusat syiar Islam, pendidikan Alquran, wisata religi, dan penelitian sejarah keagamaan.

Dengan pengelolaan yang terarah, nilai spiritual, sosial, dan budaya dari situs ini akan terus diwariskan serta menjadi kebanggaan masyarakat Asahan dan bangsa Indonesia. Upaya ini juga sejalan dengan visi Kabupaten Asahan, yakni “Masyarakat Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan.” (Hms/red)

Berita Terkait

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana
Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana
Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses
Bobby Nasution Siapkan Rp 50 Miliar untuk UMKM Sumut Tahun Depan, Fokus Perkuat Permodalan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses

Berita Terbaru