Reformasi Polri Harus Menyentuh Kultur, Bukan Sekadar Struktur

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 15:18 WIB

40216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jacob ereste

jacob ereste

ATAPKOTA.COM, BANTEN – Aktivis Jacob Ereste menegaskan bahwa reformasi Polri tidak boleh berhenti pada pembenahan struktur kelembagaan saja. Menurutnya, pembenahan yang lebih mendesak adalah reformasi kultur yang menyangkut sikap, etika, dan perilaku seluruh personel Polri, dari jajaran tinggi hingga prajurit di lapangan.

“Yang bersentuhan langsung dengan rakyat adalah anggota Polri di lapangan. Baik dan buruknya Polri di mata masyarakat ditentukan oleh cara mereka berinteraksi,” ujar Jacob Ereste.

Jacob menekankan bahwa fungsi Polri sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat tidak boleh berhenti sebagai slogan. Implementasi nyata sangat diperlukan. Ia mengkritik pola lama yang cenderung mencari kesalahan masyarakat, padahal seharusnya Polri berfokus pada pencegahan dan penyuluhan.

“Kebiasaan membiarkan pelanggaran lalu tiba-tiba melakukan penindakan harus dihentikan. Tugas polisi bukan menjebak, tapi mencegah,” tegasnya.

Data Atlantika Institut Nusantara mencatat Polri memiliki 464.248 personel. Namun kebutuhan ideal menurut Daftar Susunan Personil (DSP) mencapai 824.226. Artinya, Polri masih kekurangan hampir 460 ribu personel.

Menurut Jacob, kondisi ini ironis. Dengan jumlah yang ada, Polri semestinya sudah bisa memberi rasa aman dan nyaman. Namun faktanya, citra polisi di masyarakat masih sering dipandang sebagai momok.

Jacob menilai, solusi penting adalah perbaikan rekrutmen dengan seleksi ketat dan pendidikan yang serius.

“Polri membutuhkan personel berintegritas, beretika, dan memiliki jiwa pengabdian. Yang tidak memenuhi kriteria moral dan akhlak mulia harus disingkirkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, Tim Reformasi Polri yang akan dibentuk tidak boleh sekadar formalitas. Harus ada langkah konkret untuk memulihkan integritas dan kepercayaan publik.

Setidaknya, kata Jacob, ada tiga agenda utama:

  1. Penegakan hukum tanpa pandang bulu. Termasuk penghapusan impunitas terhadap pelanggaran internal Polri.
  2. Reformasi kultural dan etika. Menggeser paradigma penguasa menjadi pelayan masyarakat.
  3. Perbaikan sistem rekrutmen. Hanya memilih calon polisi yang memiliki dedikasi dan integritas tinggi.

Jacob juga menyoroti kecenderungan militeristik dalam tubuh Polri. Menurutnya, pendekatan represif bersenjata terhadap rakyat sipil harus dikurangi.

“Polri bukan tentara. Dalam menghadapi aspirasi rakyat, polisi harus mengedepankan pendekatan humanis, bukan intimidasi bersenjata,” pungkasnya.

Bagi Jacob Ereste, reformasi Polri hanya akan berhasil bila menyentuh akar masalah: kultur, etika, dan integritas. Tanpa itu, upaya perubahan hanya akan sia-sia dan kembali menggerus kepercayaan rakyat.

  • Penulis : Jacob Ereste
  • Editor   : Redaksi atapkota

Berita Terkait

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas
Polres Belawan Gerebek Rumah di Deli Serdang, Pria 49 Tahun Diduga Edarkan Sabu Ditangkap
Gerebek Klambir V, Polisi Amankan 3 Orang dan Sita Sabu
Satresnarkoba Polres Palas Tangkap Dua Pria, Sita Sabu Lebih dari 70 Gram
Kunjungi SMAN 5 Pematangsiantar, Bobby dan Wesly Bahas Solusi Sengketa Lahan
Pemko Medan Respons Kasus Begal, Instruksikan Ronda Malam di Seluruh Lingkungan
Tambang Galian C di Pematangsiantar Disorot, ESDM Sumut Siapkan Peninjauan Lapangan
Putusan MA Picu Relokasi SMAN 5 Pematangsiantar, Bobby: Opsi Paling Efisien

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:23 WIB

Apeksi 2026: Wali Kota Medan Ajak Daerah Perkuat Fiskal dan Berbagi Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 19:35 WIB

Pemko Pematangsiantar Apresiasi Paskah Katolik 2026, Tekankan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 18:20 WIB

Pelantikan KAKAMMI Sumut, Wagub Soroti Ancaman Narkoba dan Tantangan Era Digital

Minggu, 19 April 2026 - 17:20 WIB

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas

Minggu, 19 April 2026 - 14:09 WIB

Prabowo: Kekuatan Indonesia Bertumpu pada Kepemimpinan Daerah

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

Menautkan Intelektualitas dan Spiritualitas: Catatan atas Dialog Refli Harun dan Galgendu

Minggu, 19 April 2026 - 11:01 WIB

Hari Jadi ke-193 Simalungun, Wabup Samosir Tekankan Penguatan Kerja Sama Regional

Minggu, 19 April 2026 - 10:20 WIB

Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026, UMKM dan Car Free Day Ramaikan Lapangan Merdeka

Berita Terbaru

4 pria terkait dugaan sabu di Barumun Tengah (Kiri atas), Berat sabu saat ditimbang (kanan), Barang bukti (Kiri bawah). Foto : Ist.

HUKUM & KRIMINAL

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas

Minggu, 19 Apr 2026 - 17:20 WIB

Suasana pertemuan Presiden Prabowo dengan para ketua DPRD Se-Indonesia di Magelang.

NASIONAL

Prabowo: Kekuatan Indonesia Bertumpu pada Kepemimpinan Daerah

Minggu, 19 Apr 2026 - 14:09 WIB