Kejati Sumsel Tetapkan BA dan EF sebagai Tersangka Kasus Jaksa Gadungan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:26 WIB

40238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers Kajati Sumsel, Selasa (07/10/2025)

Konferensi Pers Kajati Sumsel, Selasa (07/10/2025)

ATAPKOTA.COM, SUMSEL – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan resmi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus jaksa gadungan yang sempat menghebohkan publik. Keduanya, berinisial BA dan EF, kini telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Tim Penyidik Kejati Sumsel menemukan bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Kasus ini bermula dari penangkapan kedua pelaku oleh Tim Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI) di Rumah Makan Saudagar, Kayu Agung, pada Senin, 6 Oktober 2025, pukul 13.30 WIB.

Keduanya mengaku sebagai jaksa yang bertugas di wilayah hukum Kejati Sumatera Selatan. Namun, hasil pemeriksaan membuktikan bahwa BA bukanlah jaksa, melainkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Way Kanan dengan golongan III/d.

Sementara rekannya, EF, merupakan warga sipil yang ikut terlibat dalam tindakan tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, tim penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor: TAP-21/L.6.5/Fd.2/10/2025 untuk BA, dan TAP-22/L.6.5/Fd.2/10/2025 untuk EF,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., dalam keterangan tertulis, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, kedua tersangka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 7 Oktober hingga 26 Oktober 2025, di Rutan Kelas I Palembang.

Menurut Vanny, perbuatan para tersangka melanggar Pasal 12 huruf e dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Modus mereka adalah mengaku sebagai jaksa dari Kejaksaan Agung RI dengan menggunakan atribut lengkap, untuk menawarkan penyelesaian kasus korupsi di wilayah hukum Sumatera Selatan,” ungkap Vanny.

Ia menegaskan bahwa Kejati Sumsel tidak akan mentoleransi tindakan penyalahgunaan nama lembaga penegak hukum untuk kepentingan pribadi.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa lima orang saksi dan terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Proses penyidikan akan berlanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan motif di balik aksi penipuan tersebut. (RAP)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru