ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Hujan deras yang mengguyur Nagori Negeri Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin (6/10/2025) menyebabkan banjir parah dan menenggelamkan ruas jalan utama. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu dan sejumlah pengendara terpaksa berhenti di tengah genangan air.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aktivitas warga sempat lumpuh total. Beberapa pengendara sepeda motor bahkan terjatuh akibat derasnya arus air yang melintasi jalan penghubung Simpang Sigagak–Bandar Selamat. Beruntung, warga sekitar bergerak cepat membantu dan mengevakuasi pengendara yang kesulitan.
Menanggapi situasi ini, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk meninjau lokasi serta menyusun langkah penanganan darurat dan jangka panjang.
“Kami tidak ingin masalah banjir ini terus berulang. Dinas PUTR harus segera menindaklanjuti dan mencari solusi teknis yang efektif,” tegas Bupati Anton Achmad Saragih di Pematang Raya.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Agus Intra Sinaga, turun langsung ke Nagori Negeri Kahean pada Selasa (7/10/2025). Kehadirannya bertujuan untuk mengidentifikasi sumber air dan titik aliran yang menjadi penyebab genangan setiap kali hujan deras melanda.
Agus hadir mewakili Kepala Dinas PUTR Kabupaten Simalungun, Hotbinson Damanik, dan didampingi Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, serta Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar. Tim juga melibatkan staf kecamatan dan Pangulu Nagori Negeri Kahean untuk memastikan data lapangan terverifikasi dengan baik.
Menurut Agus, peninjauan tersebut merupakan bagian dari survei dan perencanaan kegiatan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025. Tujuannya, mencari solusi rekayasa teknis agar air hujan bisa langsung mengalir ke saluran pembuangan tanpa menggenangi badan jalan.
“Kami akan membuat desain drainase baru agar aliran air lebih lancar. Data lapangan ini menjadi dasar untuk perencanaan penanganan jangka panjang,” jelas Agus Intra Sinaga.
Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanggulangan banjir. Dengan kolaborasi Dinas PUTR, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, diharapkan solusi berkelanjutan segera terwujud.
“Beberapa langkah akan segera kami kerjakan bersama Dinas PUTR. Kami siap bersinergi agar jalan kembali aman dan aktivitas warga pulih,” ujar Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, didampingi Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar.
Melalui langkah cepat ini, Pemkab Simalungun menunjukkan komitmen nyata terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan tata kelola wilayah yang tangguh terhadap bencana.




































