Pendidikan Berwawasan Spiritual Didorong Jadi Dasar Pembebasan Lahir dan Batin

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 19:43 WIB

4081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste

Jacob Ereste

Oleh: Jacob Ereste
Banten, 11 Oktober 2025

ATAPKOTA.COM – Kesadaran dan pemahaman spiritual seharusnya diperkenalkan sejak dini, bahkan sebelum anak-anak memasuki pendidikan formal. Pendidikan di Indonesia, sayangnya, masih terjebak dalam paradigma yang hanya mengejar kecerdasan intelektual, namun abai terhadap kecerdasan spiritual. Padahal, kecerdasan intelektual hanya mengasah kemampuan berpikir, bukan membentuk kebijaksanaan batin yang menumbuhkan kemanusiaan sejati.

Seiring waktu, orientasi manusia memang bergeser. Jika pada masa primitif keunggulan fisik menjadi ukuran utama, kini manusia dituntut memiliki kecerdasan spiritual agar nilai kemanusiaan tidak terdegradasi oleh kemajuan teknologi dan materialisme.

Karena itu, pendidikan generasi muda harus menekankan olah jiwa, bukan semata olah pikir atau raga. Sekolah semestinya tidak hanya mencetak manusia cerdas secara intelektual, tetapi juga mendalam secara spiritual. Etika, moral, dan akhlak mulia harus menjadi fondasi pendidikan agar manusia masa depan mampu membangun peradaban yang harmonis dengan alam dan selaras dengan tuntunan ilahi.

Manusia, sebagai khalifatullah di bumi, memiliki keistimewaan dibanding makhluk lain. Nilai kemuliaan itu hanya dapat dipertahankan melalui pembinaan moral dan akhlak yang berakar pada spiritualitas, bukan sekadar kepintaran rasional. Maka, pendidikan budi pekerti perlu kembali menjadi dasar pembelajaran nasional. Tradisi luhur dan budaya adiluhung bangsa harus dijadikan acuan dalam bertata krama, bertutur, dan bersikap.

Namun kenyataan hari ini menunjukkan hal sebaliknya. Sistem pendidikan nasional telah tercemar oleh ideologi kapitalistik dan materialistik. Sekolah lebih menekankan hasil, bukan nilai. Kompetisi mengalahkan kolaborasi, sementara nilai kemanusiaan tersingkir oleh kepentingan pasar bebas. Akibatnya, keberhasilan diukur dari harta, bukan kejujuran; dari jabatan, bukan integritas.

Ironisnya, praktik korupsi dan sogok menyogok bahkan menjalar ke dunia pendidikan. Posisi rektor, dosen, hingga penerimaan mahasiswa kerap ditentukan oleh kekuasaan dan uang, bukan kualitas. Fenomena ijazah palsu dan gelar tanpa makna akademik menjadi bukti bahwa pendidikan telah kehilangan arah moralnya.

Dalam kondisi ini, kebangkitan spiritual menjadi kebutuhan mendesak. Gerakan kesadaran spiritual harus dimulai dari dunia pendidikan agar generasi mendatang tidak lagi menilai kesuksesan dari kekayaan, tetapi dari kejujuran, kasih, dan kebermanfaatan. Pendidikan spiritual menjadi jalan menuju pembebasan lahir dan batin, membangun manusia merdeka secara utuh—berakal sehat, berhati jernih, dan berjiwa luhur.

Gerakan ini harus dimulai sekarang. Sebab, dua puluh tahun ke depan, anak-anak yang kita didik hari ini akan menjadi pewaris bangsa pada usia seabad Indonesia merdeka. Mereka harus siap memimpin negeri dengan akal yang tercerahkan dan hati yang bersih. Hanya dengan spiritualitas yang kuat, bangsa ini dapat mengatasi kemiskinan, kebodohan, dan kebusukan moral yang diwariskan sistem materialistik hari ini.

Editor : Redaksi atapkota.

Berita Terkait

Polres Belawan Catat 320 Kasus Terungkap Awal 2026, Sabu 19 Kg Disita
Pria Ngamuk Bawa Golok Bikin Panik di Pesta Rakyat HUT Pematangsiantar, Polisi Bertindak Cepat
Milad ke-70 SEMMI di Asahan, Mahasiswa Didorong Perkuat Peran Sosial dan Kepemimpinan
Terduga Pelaku Perusakan dan Pencurian Motor Ditangkap di Belawan
Kapolres Belawan Temui Tokoh Agama, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Pemkab Samosir Dukung SMKN 1 Simanindo Jadi Sekolah Pariwisata Unggulan
Wali Kota Hadiri Fun Run 7K, Rangkaian HUT Pematangsiantar Berlanjut
Medan Raih National Governance Award 2026, Unggul dalam Layanan Publik Digital

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 22:27 WIB

Polres Belawan Catat 320 Kasus Terungkap Awal 2026, Sabu 19 Kg Disita

Sabtu, 25 April 2026 - 21:48 WIB

Pria Ngamuk Bawa Golok Bikin Panik di Pesta Rakyat HUT Pematangsiantar, Polisi Bertindak Cepat

Sabtu, 25 April 2026 - 13:25 WIB

Terduga Pelaku Perusakan dan Pencurian Motor Ditangkap di Belawan

Sabtu, 25 April 2026 - 13:20 WIB

Kapolres Belawan Temui Tokoh Agama, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Sabtu, 25 April 2026 - 13:01 WIB

Pemkab Samosir Dukung SMKN 1 Simanindo Jadi Sekolah Pariwisata Unggulan

Sabtu, 25 April 2026 - 11:10 WIB

Wali Kota Hadiri Fun Run 7K, Rangkaian HUT Pematangsiantar Berlanjut

Sabtu, 25 April 2026 - 08:15 WIB

Medan Raih National Governance Award 2026, Unggul dalam Layanan Publik Digital

Sabtu, 25 April 2026 - 06:35 WIB

Karnaval HUT ke-155 Pematangsiantar, Ribuan Warga Padati Rute Pawai

Berita Terbaru

Konferensi pers di Aula Mapolres Belawan, Sabtu (25 April 2026).

HUKUM & KRIMINAL

Polres Belawan Catat 320 Kasus Terungkap Awal 2026, Sabu 19 Kg Disita

Sabtu, 25 Apr 2026 - 22:27 WIB

Polisi Simalungun menangkap tiga terduga pelaku curat dalam satu malam.

HUKUM & KRIMINAL

Kasus Curat di Perdagangan III Terungkap, Tiga Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:25 WIB