ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Warga di Jalan Sibatu-batu, Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar, mengeluhkan material pasir proyek yang menutup sebagian badan jalan pada Jumat malam (24/10/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.
Material tersebut diduga berasal dari pekerjaan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar.
Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan, Suwardi, menyampaikan kekesalannya terhadap pihak pelaksana proyek yang dianggap tidak memperhatikan kenyamanan masyarakat.
“Ini jalan umum yang digunakan warga untuk keluar masuk kendaraan. Tapi pemborongnya seperti tidak menghargai pengguna jalan. Pasir diletakkan begitu saja hingga menutup akses,” ujarnya dengan nada kesal.
Suwardi bersama beberapa warga bahkan terpaksa menggeser tumpukan pasir agar kendaraan bisa melintas.
“Kalau tidak kami geser, kendaraan tidak bisa lewat. Yang melaksanakan proyek ini terkesan arogan,” tambahnya sambil menunjuk arah pekerjaan drainase.
Ketika dikonfirmasi wartawan pada Sabtu pagi (25/10/2025), salah satu pelaksana proyek di lokasi berdalih bahwa material yang menutup jalan bukan berasal dari pihaknya, melainkan dari penyedia bahan bangunan.
“Bukan kami itu, Bang. Itu material panglong yang meletakkan di jalan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya kesulitan menentukan lokasi penempatan material karena keterbatasan lahan.
“Mau ditaruh ke sebelah sana tidak bisa, ke sini juga tidak bisa,” ujarnya.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan masih terdapat beberapa area kosong yang bisa dijadikan tempat penyimpanan material tanpa harus menutup jalan.
Warga berharap Dinas PUTR Kota Pematangsiantar segera turun ke lokasi untuk menertibkan material yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama di malam hari ketika penerangan jalan terbatas.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUTR Kota Pematangsiantar belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut. (AK3)






























