ATAPKOTA.COM, SUMUT – Para tokoh akademisi mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dalam menyikapi kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Dairi, Sumatera Utara. Imbauan ini muncul karena reaksi yang bersifat emosional dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan, bahkan berpotensi merugikan semua pihak yang terlibat. Oleh sebab itu, pendekatan yang bijaksana dinilai penting untuk menjaga stabilitas situasi di daerah tersebut.
Dosen FISIP Universitas Medan Area, Dr. Dedi Sahputra, M.A., mengajak masyarakat untuk mengedepankan kesabaran dan tidak mudah terpancing.
“Kedepankan sikap menahan diri, tenang, dan bijaksana dalam proses hukum yang berlangsung. Hindari sikap reaktif karena berpotensi membuat situasi semakin buruk,” ujarnya di Medan, Sabtu (15/11).
Ia menegaskan bahwa tindakan reaktif secara emosional tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena itu, ia menilai peran tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama sangat penting untuk menjembatani komunikasi.
“Dialog terbuka perlu dilakukan agar duduk persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” tuturnya.
Dedi juga mengingatkan masyarakat agar menghindari tindakan anarkis. Ia menyebut bahwa negara hukum memiliki instrumen penyelesaian masalah yang harus dihormati.
“Tindakan anarkis bukan solusi. Kita memiliki mekanisme hukum yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan persoalan,” sebutnya.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa hukum hadir untuk menciptakan keteraturan dan menjamin keamanan masyarakat. Karena itu, semua pihak perlu mematuhi aturan.
“Bayangkan bila tidak ada hukum yang ditaati. Masyarakat akan hidup dalam ketidakteraturan dan ancaman kekerasan,” urainya.
Ia juga menekankan bahwa penyampaian aspirasi di ruang publik tetap diatur undang-undang.
“Menempuh jalur hukum memang tidak instan, tetapi itulah cara terbaik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Sebelumnya, sekelompok massa melakukan pelemparan batu, botol, dan cabai giling ke Mapolres Dairi sebagai bentuk protes terkait penahanan tersangka perusakan PT Gruti. Akibat aksi tersebut, sedikitnya 10 personel Polres Dairi mengalami luka-luka. Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Rinkon Manik, menyampaikan bahwa dua personel mengalami luka pada kepala dan telinga hingga harus dirawat di RSUD Sidikalang. Kapolres Dairi bersama jajaran langsung menjenguk personel yang terluka dan memastikan kondisi mereka stabil. (AK1)


































