ATAPKOTA.COM, SIBOLGA — Kepolisian Resor Sibolga menggelar kegiatan pemberian bantuan sosial dan trauma healing bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Markas Polres Sibolga.
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Sibolga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Pejabat Sementara Kepala Bagian Operasi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Adhitama, S.E., Pejabat Sementara Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, AKP Syawalludin H., S.H., Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat, AKP Martua Sinaga, Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara, AKP Syahrizal, Pejabat Sementara Kapolsek Sibolga Selatan, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Pasma Pasaribu, S.E., M.M., serta Pelaksana Tugas Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan, Inspektur Polisi Dua (IPDA) Chandra Purba, S.H.
Turut terlibat dalam kegiatan tersebut personel Bagian SDM Polres Sibolga, yakni Bripka Armady Faisal dan Briptu Edward Christian Sitohang, S.H.
Sasaran kegiatan ini adalah pekerja kebersihan Dinas PKPLH Kota Sibolga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Kegiatan ini bertujuan membantu korban memenuhi kebutuhan dasar, mengurangi dampak trauma psikologis, memberikan dukungan emosional, serta meningkatkan rasa aman pascabencana.
AKBP Eddy Inganta menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan materi, tetapi juga mencakup pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak.
Menurutnya, trauma healing dilakukan melalui pendekatan komunikasi, konseling ringan, serta pemberian motivasi agar para korban merasa lebih tenang dan optimistis dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat terdampak untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
Seluruh rangkaian kegiatan pemberian bantuan dan trauma healing berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (AP)
































