ATAPKOTA.COM, ACEH — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh pada Rabu, 17 Desember 2025, untuk meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Pidie Jaya. Kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Wapres bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 TNI AU. Setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Wapres melanjutkan perjalanan menuju Gayo Lues dan Pidie Jaya dengan Helikopter Kepresidenan.
Di Kabupaten Gayo Lues, Wapres meninjau Posko Pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Kampung Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung. Dalam kunjungan tersebut, Wapres menyapa warga terdampak sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti logistik, layanan kesehatan, serta ketersediaan hunian sementara.
Selain itu, Wapres juga meninjau Jembatan Aih Boboh, yang menjadi salah satu infrastruktur vital penghubung antarwilayah dan terdampak langsung oleh bencana. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan perbaikan akses transportasi masyarakat.
Rangkaian peninjauan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Pidie Jaya. Di daerah ini, Wapres mengunjungi Posko Pengungsian di Masjid At Taqwa, Meunasah Balek, serta meninjau sejumlah titik terdampak bencana lainnya, termasuk perubahan aliran sungai di Desa Meunasah Lhok dan jembatan putus di Kecamatan Meureudu.
Peninjauan tersebut difokuskan untuk memastikan proses tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi berjalan sesuai kondisi riil di lapangan serta mendukung percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara cepat dan nyata dalam penanganan bencana, mulai dari fase darurat hingga pemulihan pascabencana. Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wapres juga meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Raklunung di Kabupaten Gayo Lues pada Rabu, 17 Desember 2025. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan terkendali pascabencana.
Setibanya di lokasi, Wapres berdialog langsung dengan petugas SPBU serta masyarakat yang tengah mengantre. Wapres menanyakan kondisi pasokan BBM, pola distribusi, serta kendala di lapangan, khususnya terkait akses jalan dan kondisi infrastruktur.
Petugas SPBU Raklunung, Ari, menjelaskan bahwa distribusi BBM saat ini masih menerapkan sistem pembatasan pembelian. Untuk kendaraan roda empat, pembelian dibatasi maksimal 15 liter per hari, sedangkan kendaraan roda dua maksimal 3 liter per hari.
“Saat ini pasokan BBM masuk dari Meulaboh. Biasanya dari Medan, namun sejak bencana hingga sekarang masih dari Meulaboh dan baru empat kali masuk. Alhamdulillah, kebutuhan masyarakat mulai kembali normal,” ujar Ari.
Sementara itu, seorang pengemudi bernama Hasan menyampaikan bahwa kondisi akses jalan masih menjadi kendala utama bagi mobilitas warga pascabencana.
“Tadi Pak Wapres menanyakan kondisi jalan dan muatan kendaraan. Kami sampaikan bahwa muatan mobil sekarang terbatas karena kondisi jalan. Akses keluar daerah hanya satu jalur,” kata Hasan.
Usai menyelesaikan rangkaian peninjauan di Gayo Lues dan Pidie Jaya, Wapres dijadwalkan bertolak melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, untuk kembali ke Jakarta.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres turut didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN Aminuddin Ma’aruf, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
EDITOR : AP




































