ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN — Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Simalungun akan menggelar tujuh event pariwisata sepanjang tahun 2026 di Kota Wisata Parapat. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Simalungun sebagai upaya membangkitkan sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Franky Fernandus Purba, saat pertemuan dengan pengurus PHRI Simalungun pada Kamis, 15 Januari 2026, di Atsari Hotel, Kota Wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.
Franky menjelaskan, rangkaian kegiatan pariwisata tahun 2026 mengusung tema “Bangkit dan Bersinar Pariwisata Simalungun bersama Semangat Baru”. Tema ini diharapkan mampu menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Parapat sebagai destinasi unggulan di kawasan Danau Toba.
“Parapat memiliki potensi besar, baik dari sisi alam, budaya, maupun ekonomi kreatif. Melalui tujuh event ini, kami ingin menghadirkan daya tarik berkelanjutan agar kunjungan wisata terus meningkat,” ujar Franky.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event secara rutin diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Simalungun optimistis, melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan, Parapat dapat kembali menjadi destinasi wisata andalan di Sumatera Utara.
Adapun tujuh event yang direncanakan meliputi live music setiap Sabtu dan Minggu di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas dan Open Stage, Imlek Fair, Simalungun Ramadhan Fair, Parapat Fun Run, Parapat Mewarnai, Festival Kopi dan Kapal Hias, serta Simalungun Berdendang.
Selain pertunjukan hiburan, setiap event juga akan dirangkaikan dengan pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Kegiatan ini melibatkan komunitas seni, pelaku UMKM, serta generasi muda agar berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di kawasan wisata Parapat, yang menjadi salah satu pintu masuk utama menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Sementara itu, Ketua PHRI Simalungun, Robert Pardede, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata menjadi kunci kebangkitan sektor pariwisata di Parapat.
“Dengan adanya event ini, kami berharap terjadi peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke restoran, serta penjualan produk lokal. Mari bersama-sama bergandengan tangan memajukan Kota Wisata Parapat,” ujar Robert. (AP)

































