ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meresmikan sekaligus menyerahkan kunci 35 unit Hunian Sementara (Huntara) kepada warga terdampak banjir di Gampong Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 24 Januari 2026.
Peresmian dilakukan secara simbolis sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Sebanyak 35 unit huntara tersebut diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Dalam keterangannya, Bupati Al-Farlaky menyebutkan bahwa khusus di Gampong Arakundo tercatat 190 kepala keluarga terdampak banjir, dengan rincian 39 rumah rusak berat, 106 rumah rusak sedang, dan 91 rumah rusak ringan.
Sementara itu, skema penanganan hunian bagi warga terdampak di wilayah tersebut meliputi 35 kepala keluarga di huntara komunal, empat unit huntara insitu, dan Dana Tunggu Hunian (DTH) nihil.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan kunci secara simbolis dan memastikan bahwa seluruh unit huntara telah siap dihuni, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Ia menjelaskan, huntara tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti musala, dapur umum, kamar mandi dan WC, serta fasilitas listrik dan akses internet gratis.
“Seluruh fasilitas telah kami cek langsung dan dipastikan selesai 100 persen. Pembangunan huntara ini dikerjakan oleh PT Haka Utama Karya melalui Danantara,” ujar Al-Farlaky.
Selain di Gampong Arakundo, pembangunan huntara juga tengah berlangsung di wilayah lain di Kecamatan Simpang Ulim, khususnya di kawasan Blang Nie yang berada di sekitar Jembatan Arakundo. Progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai lebih dari 85 persen dan direncanakan segera diresmikan dalam waktu dekat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga terus mendorong pembangunan huntara di kecamatan lain yang belum tersentuh, seperti Gampong Grong-grong, serta sejumlah desa di Kecamatan Pante Bidari, yakni Desa Sahra Raja dan Desa Sijudo.
Setiap unit huntara dilengkapi dengan dua ranjang, kasur, bantal, kipas angin, lemari plastik, serta terpal pada bagian lantai untuk menunjang kenyamanan warga. Untuk keluarga dengan jumlah anggota lebih banyak, khususnya yang memiliki anak-anak, Bupati meminta pihak desa agar dapat mengajukan penambahan kasur melalui posko kabupaten.
Berdasarkan pembaruan data per Jumat, 24 Januari 2026, jumlah rumah rusak berat akibat banjir di Kabupaten Aceh Timur tercatat mencapai 3.834 unit. Dari jumlah tersebut, 430 unit masuk dalam skema Dana Tunggu Hunian, sementara 3.413 unit ditangani melalui pembangunan huntara, terdiri atas 2.592 unit insitu dan 821 unit komunal.
Adapun progres fisik pembangunan huntara hingga saat ini telah mencapai 749 unit, dengan rincian 637 unit insitu dan 112 unit komunal. Sementara 2.664 unit huntara lainnya belum memasuki tahap pembangunan.
Bupati Al-Farlaky mengakui bahwa seluruh data kerusakan untuk pembangunan huntara tahap pertama telah ditangani. Namun, ia membuka ruang pengajuan data lanjutan pada gelombang kedua dengan catatan data yang disampaikan harus akurat dan tidak bersifat manipulatif.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menurunkan tim verifikasi lintas unsur ke gampong-gampong terdampak guna melakukan pengecekan dan validasi data penerima bantuan.
“Tim ini bertugas memastikan data sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” kata Al-Farlaky.
Ia berharap masyarakat dapat bersabar sembari pemerintah terus bekerja maksimal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Al-Farlaky juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, relawan, serta pihak swasta atas kolaborasi dan kepedulian dalam membantu warga terdampak.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga seluruh proses pemulihan selesai. Kami ingin memastikan warga dapat kembali tinggal dengan aman, layak, dan nyaman,” tutupnya. (Hsb/red)




































