Brimob Sumut Kawal Huntara, Pemulihan Batang Toru Tak Sekadar Bangun Fisik

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:47 WIB

40225 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang personel sedang mengerjakan rehab dinding rumah hunian sementara.

Salah seorang personel sedang mengerjakan rehab dinding rumah hunian sementara.

ATAPKOTA.COM, TAPSEL – Personel Batalyon C Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatera Utara terus memainkan peran strategis dalam fase pemulihan pascabencana di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di tengah sorotan publik terhadap efektivitas penanganan bencana, kehadiran Brimob menjadi penopang stabilitas keamanan sekaligus penggerak kerja-kerja dasar pemulihan lingkungan.

Dipimpin Komandan Kompi (Danki) 1 Penugasan AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., Brimob melaksanakan rangkaian kegiatan terpadu yang mencakup pengamanan pembangunan rumah hunian sementara (Huntara), pembersihan fasilitas publik, operasional dapur lapangan, hingga perbaikan drainase di lingkungan warga terdampak.

Patroli pengamanan difokuskan di kawasan Posko Brimob Hapesong Lama, Desa Simatuhir, lokasi pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan, sekaligus mencegah potensi konflik sosial maupun penyimpangan distribusi hunian.

Berdasarkan data di lapangan, pembangunan Huntara dilakukan di atas lahan seluas sekitar 0,8 hektare, dengan total 29 kopel atau sekitar 145 unit hunian. Dari jumlah tersebut, empat unit komunal Huntara telah rampung 100 persen, sementara unit lainnya masih dalam berbagai tahap pengerjaan.

Langkah pengamanan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan bahwa fase rehabilitasi dan rekonstruksi wajib menjamin rasa aman serta keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat terdampak.

Tak hanya berfokus pada pengamanan, personel Brimob juga melakukan pembersihan lingkungan Kantor Camat Batang Toru, yang selama masa tanggap darurat sempat dipenuhi sampah dan rumput liar. Hingga Selasa, progres pembersihan telah mencapai 90 persen, sehingga kantor pemerintahan tersebut kembali layak sebagai pusat pelayanan publik.

Di sisi lain, Brimob turut mengoperasikan dapur lapangan guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Langkah ini menjadi krusial mengingat fase pemulihan sering kali menjadi titik rawan terputusnya logistik, terutama bagi kelompok rentan.

Bentuk intervensi langsung juga dilakukan melalui pembuatan parit drainase di samping rumah warga atas nama Tony Panggabean, guna mencegah genangan air dan potensi penyakit pascabencana. Pekerjaan drainase ini telah mencapai 30 persen dan direncanakan berlanjut secara bertahap.

Sementara itu, pengecatan Huntara di Desa Garoga telah mencapai progres sekitar 70 persen, sebagai bagian dari upaya menciptakan hunian sementara yang layak, bersih, dan manusiawi.

AKP Antanius Tarigan menegaskan bahwa kehadiran Brimob tidak berhenti pada aspek keamanan semata.

“Kami tidak hanya mengamankan, tetapi juga terlibat langsung dalam kerja-kerja pemulihan. Harapannya, masyarakat bisa segera kembali beraktivitas dengan aman dan bermartabat,” ujarnya.

Namun demikian, upaya Brimob ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh bergantung semata pada aparat keamanan. Rekonstruksi sosial, kepastian hunian permanen, serta transparansi anggaran rehabilitasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dikawal bersama. (AP/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru