Di Tengah Jalan Terputus, Brimob Antar Anak Garoga Tetap Bersekolah

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:44 WIB

40203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turun langsung memastikan proses belajar tetap berjalan, Selasa, 3 Januari 2026.

personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turun langsung memastikan proses belajar tetap berjalan, Selasa, 3 Januari 2026.

ATAPKOTA.COM, TAPSEL – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, tak hanya merusak infrastruktur dan memutus akses jalan, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak. Di tengah keterbatasan tersebut, personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turun langsung memastikan proses belajar tetap berjalan, Selasa, 3 Januari 2026.

Melalui Posko Utama Garoga, personel Brimob melakukan penjemputan dan pengantaran anak-anak sekolah yang terdampak bencana. Langkah ini diambil menyusul lumpuhnya angkutan umum akibat kerusakan jalan dan kondisi medan yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Briptu Hadi Lingga, personel Posko Utama Garoga. Bersama rekan-rekannya, ia menjemput anak-anak dari rumah masing-masing dan mengantarkan mereka hingga ke sekolah tujuan. Upaya ini menjadi solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti di tengah masa tanggap darurat dan pemulihan.

“Anak-anak tetap harus sekolah. Bencana tidak boleh memutus masa depan mereka,” ujar salah seorang personel Brimob di lokasi.

Respons cepat aparat kepolisian ini mendapat sambutan positif dari orang tua siswa dan pihak sekolah. Mereka mengaku terbantu, mengingat belum adanya kepastian kapan akses transportasi umum dapat kembali beroperasi normal.

Namun, di balik aksi kemanusiaan tersebut, muncul pertanyaan lebih besar terkait kesiapsiagaan negara dalam menjamin hak pendidikan anak di wilayah rawan bencana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, negara berkewajiban memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, termasuk melalui penyediaan akses darurat dan sarana pendukung.

Fakta bahwa aparat keamanan harus turun langsung mengantar anak-anak ke sekolah menunjukkan masih rapuhnya sistem mitigasi dan respons lintas sektor, khususnya koordinasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan instansi kebencanaan. Tanpa perbaikan struktural, kondisi serupa berpotensi terulang setiap kali bencana melanda wilayah terpencil.

Meski demikian, hingga kegiatan selesai, seluruh anak-anak sekolah di Desa Garoga berhasil diantar ke sekolah masing-masing dengan selamat. Kehadiran Brimob di tengah masyarakat terdampak menjadi penyangga sementara di tengah absennya solusi permanen negara dalam menjamin akses pendidikan pascabencana. (AP/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru