ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 954 yang akan menyandang nama “Naga Berkisar”, dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Nuri Makodim 0208/Asahan, Senin (23 Februari 2026). Dalam forum itu, pemerintah daerah juga menyatakan komitmen mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Jembatan Garuda.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., hadir bersama Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Edy Syahputra, S.H., M.I.P., Asisten Administrasi Umum, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Bandar Pasir Mandoge, jajaran Kodim 0208/Asahan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam paparannya, Dandim menjelaskan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan dirancang dengan fungsi ganda: memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Menurut dia, satuan ini akan terlibat dalam penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penanganan bencana yang terintegrasi dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.
Kodim merencanakan lokasi dislokasi satuan di Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Edy menyebut nama “Naga Berkisar” dipilih sebagai simbol prajurit yang tangguh, menjunjung Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI, sekaligus menghormati adat istiadat setempat.
Namun, rencana pembangunan KDKMP tidak sepenuhnya mulus. Dandim mengakui terdapat sejumlah kendala teknis, mulai dari pencarian lahan sesuai kriteria, kebutuhan pematangan lahan pada titik baru yang masuk portal pemetaan, proses cut and fill, hingga perizinan penggunaan lahan.
Kodim, kata dia, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan, camat, kepala desa dan lurah, serta melibatkan masyarakat dalam proses gotong royong pematangan lahan. Ia meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan agar program tersebut berjalan sesuai target.
Bupati Taufik menyatakan menerima dan menyetujui nama serta lambang satuan yang diajukan. Ia menilai keberadaan Yonif TP-954 strategis karena wilayah Mandoge berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan, Toba, dan Simalungun.
Menurutnya, pembentukan batalyon tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier di lingkungan TNI. Pemerintah Kabupaten Asahan, kata dia, juga mendukung percepatan pembangunan KDKMP dan Jembatan Garuda dengan catatan penentuan lokasi dilakukan secara strategis agar manfaat ekonomi dapat dirasakan optimal oleh masyarakat.
Ia berharap seluruh program berjalan sesuai perencanaan dan memberi dampak nyata terhadap pengurangan desa tertinggal serta pertumbuhan ekonomi daerah. (AP/red)
































