Pemko Medan Gandeng BPJS, 40 Ribu Pekerja Informal Medan Terlindungi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:59 WIB

40210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota menyerahkan secara simbolis beasiswa pendidikan dan klaim santunan kepada ahli waris peserta.

Wali Kota menyerahkan secara simbolis beasiswa pendidikan dan klaim santunan kepada ahli waris peserta.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memperkuat komitmen perlindungan pekerja informal melalui peluncuran program Upgrade New Empowering bagi kepala lingkungan dan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama BPJS Ketenagakerjaan yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Hotel Grand Central, Medan.

Program tersebut menempatkan kepala lingkungan sebagai ujung tombak sosialisasi dan rekrutmen peserta jaminan sosial ketenagakerjaan di tingkat warga. Pemerintah Kota Medan menilai skema ini strategis untuk mencegah munculnya keluarga miskin baru akibat risiko kecelakaan kerja atau kematian pencari nafkah.

Rico menegaskan, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif. Pemerintah daerah ingin memastikan pekerja informal memperoleh perlindungan menyeluruh, mulai dari pembiayaan kecelakaan kerja hingga santunan kematian dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang telah terdaftar minimal tiga tahun.

“Kami tidak ingin ada persoalan sosial baru karena kepala keluarga meninggal tanpa perlindungan,” ujar Rico.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jefri Iswanto, pimpinan OPD, camat, lurah, dan kepala lingkungan se-Kota Medan, Rico memaparkan capaian program tersebut.

Pemerintah sebelumnya menargetkan setiap kepala lingkungan mendaftarkan 25 peserta. Hingga 24 Februari 2026, dari target 50.025 peserta, realisasi mencapai 40.435 orang atau 80,83 persen dari total 2.001 lingkungan. Beberapa kepala lingkungan bahkan mampu merekrut hingga 300 peserta.

Pemko Medan berencana menaikkan target menjadi 50 peserta per kepala lingkungan pada periode berikutnya.

Rico juga menyampaikan hasil diskusinya dengan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara, I Nyoman Swarjaya. Dalam pertemuan tersebut, BPJS memastikan biaya perawatan akibat kecelakaan kerja dapat ditanggung penuh tanpa batas nominal sepanjang sesuai ketentuan program.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota menyerahkan secara simbolis beasiswa pendidikan dan klaim santunan kepada ahli waris peserta. Pemerintah mencatat 1.915 warga telah menerima manfaat beasiswa pendidikan dari program ini. Penyerahan dilakukan tanpa membuka identitas detail penerima, sejalan dengan prinsip perlindungan data pribadi dan pemberitaan ramah anak.

Rico menegaskan keberlanjutan program menjadi prioritas karena pelayanan publik tidak berhenti pada kebijakan, melainkan harus menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Ini bukan hanya program, tetapi ikhtiar memastikan masa depan masyarakat lebih terjamin dan risiko sosial dapat dicegah sejak awal,” katanya.

Pemko Medan berharap sinergi antara pemerintah kota, BPJS Ketenagakerjaan, dan perangkat wilayah terus diperkuat untuk memperluas cakupan perlindungan pekerja informal di ibu kota Sumatera Utara tersebut. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru