ATAPKOTA.COM, MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengimbau para bupati dan wali kota di provinsi tersebut untuk menenangkan masyarakat serta memberikan edukasi agar tidak membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Ia menegaskan stok BBM di wilayah Sumatera Utara masih dalam kondisi aman.
Imbauan tersebut disampaikan Bobby menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Antrean panjang itu bahkan membuat sejumlah SPBU kehabisan stok BBM lebih cepat dari biasanya.
Bobby menilai kondisi tersebut berpotensi merugikan masyarakat jika dibiarkan berlangsung lama. Karena itu, ia meminta kepala daerah di kabupaten dan kota untuk aktif memberikan pemahaman kepada warga agar tidak melakukan panic buying.
“Saya harap kepala daerah terus mengedukasi masyarakat. Dari hasil kunjungan saya ke beberapa kabupaten dan kota, panic buying ini justru banyak terjadi di wilayah perkotaan,” kata Bobby saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Sumatera Utara di Santika Premiere Dyandra Hotel, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Kota Medan, pada Sabtu malam, 7 Maret 2026.
Menurut Bobby, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM karena distribusi pasokan terus berjalan.
Ia mengibaratkan sistem distribusi BBM nasional seperti tangki bahan bakar kendaraan yang akan kembali diisi sebelum benar-benar habis.
“Tidak perlu panik. Selama ini kita tidak pernah benar-benar kehabisan BBM. Walaupun kapasitas penyimpanan kita sekitar 25 hari, sebelum habis stoknya sudah kembali diisi,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di berbagai daerah di Sumatera Utara. Kondisi tersebut diduga dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM sehingga sebagian warga membeli bahan bakar dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten dan kota diharapkan dapat memperkuat sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas distribusi BBM.
Acara buka puasa bersama tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara serta Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara Ade Jona Prasetyo beserta jajaran.
Hadir pula sejumlah ketua dewan pimpinan daerah partai politik, para bupati dan wali kota di Sumatera Utara, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (AP/red)

































