ATAPKOTA.COM, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kontribusi organisasi Al Jam’iyatul Washliyah dalam mendukung pembangunan di Kota Medan. Ia menilai organisasi keagamaan tersebut selama ini berperan sebagai mitra yang objektif dalam memberikan masukan terhadap berbagai program pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Rico saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XXII Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kota Medan yang berlangsung di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan pada Sabtu, 7 Maret 2026.
“Seperti seorang sahabat, Al Washliyah selalu memberikan penilaian yang objektif, berani mengkritik ketika ada kekurangan, dan memberikan apresiasi saat ada hal yang baik. Itulah yang saya rasakan dari Al Washliyah,” ujar Rico di hadapan peserta Musda.
Rico yang hadir didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta para camat di lingkungan Pemerintah Kota Medan juga menanggapi dinamika pemilihan ketua baru Al Washliyah Kota Medan.
Menurut dia, pelaksanaan Musda merupakan bagian penting dari proses pendewasaan organisasi sekaligus memperkuat struktur dan arah gerak organisasi ke depan.
“Musda adalah bagian dari proses organisasi untuk mematangkan diri agar semakin fokus dan tajam. Proses ini penting untuk mendewasakan setiap anggota serta membangun organisasi yang semakin kuat,” kata Rico.
Ia menambahkan bahwa proses demokrasi dalam organisasi harus dijalankan secara sehat demi menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga menyampaikan sejumlah pesan strategis bagi kepengurusan Al Washliyah yang akan terpilih melalui Musda tersebut.
Salah satu hal yang disorot adalah pentingnya pembinaan generasi muda, mengingat peran pemuda dinilai akan semakin besar dalam pembangunan pada masa mendatang.
“Saya berharap Al Washliyah Kota Medan memiliki program yang berfokus pada pembinaan karakter anak muda. Ini penting untuk mencegah generasi muda terpengaruh bahaya narkoba,” ujarnya.
Selain itu, Rico juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang tidak terverifikasi, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin cepat.
Ia menilai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait berbagai isu yang berkembang.
“Kami berharap kepengurusan Al Jam’iyatul Washliyah yang baru dapat membantu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, khususnya terkait isu-isu krusial yang berkembang saat ini,” katanya.
Musda tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara, serta Ketua Pengurus Daerah Al Washliyah Kota Medan Abdul Hafiz Harahap, bersama sejumlah tokoh organisasi dan masyarakat. (Mery/red)
































